Ilustrasi. (BP/Dokumen Swara Tunaiku)

DENPASAR, BALIPOST.com – Salah satu cara untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup di tengah kondisi keuangan yang paceklik adalah dengan melakukan pinjaman online. Proses pinjaman online yang lumayan mudah, juga membuat banyak orang meliriknya saat situasi keuangan sedang sulit.

Namun, ada beberapa tips yang baiknya Anda ikuti, agar nantinya tak terlilit utang saat sedang melakukan pinjaman online. Ini dia beberapa tips dari Swara Tunaiku!

1. Lunasi Dulu Pinjaman Online Anda Terlebih Dahulu

Cara pertama agar utang Anda tak bertambah jumlahnya saat sedang melakukan pinjaman online, adalah dengan melunasi pinjaman itu terlebih dahulu. Tegaskan pada diri sendiri bahwa Anda hanya boleh mengajukan pinjaman lagi, saat yang pertama sudah terlunasi. Dengan memiliki prinsip tegas seperti ini, Anda dijamin tak akan tenggelam dalam tumpukan utang piutang.

2. Jangan Mengambil Pinjaman Online di Banyak Tempat

Sekarang ini, melakukan peminjaman online memang sangat mudah. Tinggal bawa identitas diri, dana pinjaman bisa segera dikucurkan untuk Anda. Sayangnya, banyak orang yang memanfaatkan situasi ini, dengan melakukan pinjaman online ke banyak tempat peminjaman. Alhasil, saat waktu membayar cicilan datang, mereka kewalahan karena harus melakukan pembayaran ke banyak tempat.

Saat Anda masih memiliki cicilan lain yang harus dibayar, tahan diri untuk tak melakukan pinjaman online. Dengan begini, pengeluaran untuk melunasi utang tak akan terasa besar dan memberatkan. Bayangkan saja jika Anda harus membayar banyak cicilan sekaligus per bulannya. Bisa-bisa, pendapatan bulanan Anda habis hanya untuk membayar utang saja.

3. Lakukan Pinjaman Online Hanya untuk Alasan yang Realistis

Pinjaman online boleh dibilang sebagai senjata terakhir yang bisa Anda pakai, jika sekiranya kebutuhan akan uang begitu mendesak. Jadi, jika sekiranya masih ada opsi lain, tahan dulu diri Anda untuk mengambil pinjaman online. Jangan jadikan keinginan untuk membeli suatu barang atau benda yang tak begitu penting, sebagai alasan bagi Anda melakukan pinjaman online.

Baca juga:  Pilih Mana Tabungan atau Deposito? Ini Perbedaannya

4. Sesuaikan Besaran Pinjaman dan Cicilan dengan Pendapatan

Jumlah uang yang dipinjam online sama sekali tak boleh dipatok sembarangan. Anda butuh untuk menyesuaikannya dengan pemasukan. Pastikan bahwa setelah cicilan pinjaman dibayar, Anda masih bisa memenuhi kebutuhan Anda sehari-hari. Jangan sampai, jumlah cicilan pinjaman yang harus dibayar, membuat Anda harus kehilangan sebagian besar pemasukan.

Tak hanya itu, Anda juga harus mempertimbangkan berapa bunga yang harus dibayarkan di setiap pembayaran cicilan. Umumnya, semakin besar jumlah uang yang dipinjam, maka akan semakin besar jumlah bunganya. Takutnya, jika Anda sembarangan memilih besaran cicilan dan bunganya, jumlahnya malah melebihi pemasukan rutin Anda.

5. Pilih Tempat Pinjaman Online yang Tepercaya

Kualitas lembaga yang memberikan pinjaman online, benar-benar harus Anda jadikan pertimbangan. Lakukan pinjaman online yang telah memiliki izin resmi dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan begini, Anda bisa terhindar dari kemungkinan penipuan atau apa pun tindakan yang merugikan Anda secara moril dan material.

Mengajukan pinjaman online di lembaga resmi, juga akan menghindarkan Anda dari risiko meminjam di tempat lintah darat. Bayangkan saja, uang yang dipinjam tidak seberapa, tapi bunganya melimpah ruah jumlahnya. Apalagi jika Anda ketahuan telat melakukan pembayaran cicilan, bisa-bisa Anda ditagih dengan menggunakan kekerasan.

Itulah tadi 5 tips yang bisa Anda ikuti, agar tak memiliki tumpukan utang saat melakukan pinjaman online. Biasakan diri Anda untuk melakukan peminjaman, hanya saat uangnya benar-benar dibutuhkan saja. Selain itu, pilihlah lembaga peminjaman yang berkualitas, agar Anda bisa terhindar dari risiko dikejar-kejar oleh lintah darat. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.