Koleksi foto di Puri Agung Negara menampilkan masa Raja AA Agung Bagus Negara hingga Gubernur Bali pertama. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Keberadaan Puri Agung Negara tidak terlepas dari sejarah Kota Negara. Mulai dari masa kerajaan, merebut kemerdekaan hingga mempertahankan kemerdekaan, Puri yang berada di jantung Kota Negara ini eksis dengan dinamika pada tiap masa tersebut.

Sejumlah memori berkaitan dengan eksistensi Puri ini di masa 1920-an hingga 1960-an, termuat dalam ribuan foto yang hingga masih tersimpan baik. Foto-foto ini di antaranya merupakan koleksi Raja VII Puri Agung Negara, A.A Bagus Negara dan Gubernur Bali pertama, Anak Agung Bagus Sutedja.

Kini setelah puluhan tahun tersimpan, sejumlah foto koleksi Puri Agung Negara dipertunjukkan bagi masyarakat umum. Total ada lima album berisi ribuan lembar foto jaman dulu (jadul). Masing-masing potret yang terpampang memiliki cerita yang panjang.

Meskipun masih dalam balutan hitam putih, namun menggambarkan masyarakat Negara saat itu. Bukan saja hanya terkait Puri, melainkan juga foto-foto jadul sejumlah wilayah di Jembrana, seperti di Candikusuma, Moding hingga Pengambengan.

Yowana Pasemetonan Puri Agung Negara, A.A Gde Agung Surya Sutedja, Minggu (22/9) mengatakan dengan dibukanya Puri melalui pameran foto  diharapkan Puri mampu menghilangkan jarak dengan masyarakat. Diakuinya, citra yang selama ini melekat pada Puri Agung Negara menjadi tempat yang tertutup dan jauh dari publisitas.

Tak jarang, membuat masyarakat segan untuk ingin mengenal lebih dekat ataupun menceritakannya kepada generasi penerus. “Kami ingin menunjukkan kepada generasi muda khususnya Puri, bahwa sebagai generasi muda millenial banyak hal positif yang mampu menjadi pengaruh dan inspirasi. Untuk dilakukan dan memberikan dampak pada lingkungan internal dan eksternal dari Puri dan Jembrana,” terangnya didampingi A.A Bagus Hendra Sugihantara Putra (Gong).

Tak dapat dipungkiri Puri Agung Negara menjadi salah satu pusat dari sejarah Jembrana, budaya, heritage, resources sekaligus venue bagi siapapun yangg ingin mencari informasi bahkan mengadakan event di Jembrana. Surya Sutedja mengatakan total ada 1.392 lembar koleksi foto tua yang masih tersimpan bagus.

Dan memang belum semua ditunjukkan ke publik melalui pameran ini. Tetapi nantinya kegiatan ini akan digelar rutin, sehingga semua foto bisa ditampilkan. “Kita rawat secara tradisional. Berupa album ada sekitar lima album. Beberapa juga ada yang rusak karena rayap. Tetapi hanya sedikit dari total semua koleksi,” terangnya.

Selain dapat menyaksikan koleksi foto, masyarakat umum juga dapat melihat arsitektur Puri Agung Negara. Mulai dari bangunan depan (paviliun), hingga di bagian tengah Puri.

Beberapa bangunan juga masih dipertahankan dengan arsitektur Belanda. Meskipun sebagian besar arsitektur Belanda, tetapi tidak mengesampingkan ciri khas Puri. Untuk mengenalkan Puri, juga terdapat sejumlah kegiatan yang melibatkan generasi muda. Seperti lomba menulis aksara Bali, mewarnai gambar (anak-anak PAUD) hingga jaje Bali gratis. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.