DENPASAR, BALIPOST.com – Seperti berita yang termuat oleh Kompas.com pada 17 September 2019 terkait pertemuan koordinasi nasional Kementerian Pariwisata Indonesia yang diadakan pada 12 September 2019 di Jakarta, pemerintah membahas beberapa tujuan wisata prioritas. Ada lima, yakni Danau Toba, Sumatera Utara, Borobudur di Mangelang (Jawa Tengah), Mandalika Nusa Tenggara Barat (NTB), Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Likupang di Sulawesi Utara.

Pertemuan yang diprakarsai Kementerian Pariwisata Indonesia dengan dukungan dari pemerintah ini bertujuan mengembangkan destinasi wisata baru sehingga menjadi tempat wisata yang terkenal di mancanegara. Yang akan meningkatkan jumlah wisatawan.

Selain sesi pertemuan utama, juga diadakan beberapa sesi lain yang tidak kalah pentingnya. Salah satunya, pertemuan perusahaan investasi, Bali Investment Trust (terkenal karena proyek mereka yang indah lewat konstruksi super marina “Diamond Sanur”) dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Ternyata “Diamond Sanur” hanya merupakan salah satu bagian dari proyek besar “Brilliant Bali” yang mencakup pembangunan 4 marina kapal pesiar di bagian utara Pulau Bali dan akan memungkinkan orang menikmati rute maritim kapal pesiar 4 hari di sekitar Bali.

Lebih lanjut, proyek ini akan meluncurkan pabrik kapal pesiar bertenaga surya. Rencananya lebih dari 100 kapal pesiar akan diproduksi dalam waktu 5 tahun ke depan. Ini akan menjadikanya “pabrik terbesar di dunia.”

Baca juga:  Manfaatkan Momentum Obama, Kemenpar Gelar Sales Mission di Amerika Serikat

Selain itu, pabrik manufaktur ponton untuk dermaga apung akan dibangun untuk menghindari hal-hal yang mungkin membahayakan alam. Ponton semacam itu akan digunakan untuk proyek “Brilliant Bali” serta implementasi proyek “5 tujuan wisata super” yang merupakan agenda utama pertemuan pemerintah saat Rapat Koordinasi Kementerian Pairiwisata pada 12 September 2019.

Dalam pertemuan, Kementerian Pariwisata, mendukung proyek “Brilliant Bali”. Kedua belah pihak berharap untuk kerjasama lebih lanjut karena proyek ini sangat cocok dengan strategi pemerintahan Presiden Jokowi untuk membangun 100 marina kapal pesiar sampai 2024. Jumlah keseluruhan investasi diperkirakan mencapai 150 juta dolar AS.

Sekarang bisa dilihat dengan jelas pemerintah Indonesia mengikuti arahan Presiden untuk 2024, mengembangkan destinasi wisata baru yang berbeda (Bali tidak akan menjadi satu-satunya tempat wisata terkenal). Menciptakan detinasi wisata baru yang bisa menarik wisatawan mancanegara. Yang secara tidak langsung akan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Di samping itu, meminimalisir dampak terhadap lingkungan menjadi hal yang sangat penting dalam pengembangan pariwisata di Indonesia. Lima destinasi wisata baru akan menjadikan Indonesia tujuan pariwisata terbaik di dunia. (Adv/balipost)

14 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.