Wisata air yang baru dibuka di Pantai Yeh Gangga bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. (BP/san)

TABANAN, BALIPOST.com – Pantai Yeh Gangga yang berlokasi di Desa Sudimara, Tabanan, merupakan salah satu tujuan wisata. Objek yang ditawarkan berupa pemandangan pantai dan karang bolong. Namun, saat ini sudah dibuka objek baru berupa wisata air.

Wisata air yang diprakarsai oleh Sekaa Demen warga setempat ini menawarkan wahana perahu bebek-bebekan dan jukung tradisional. Setelah sebulan berjalan, wisata baru ini diburu masyarakat terutama pada akhir pekan.

Bendesa Adat Yeh Gangga I Ketut Dolia, mengatakan, meski sudah ada sejak sebulan lalu, wisata air ini baru dibuka resmi, Minggu (8/9), dikelola oleh tujuh anggota Sekaa Demen. Rute perahu bebek-bebekan dan jukung ini melewati Sungai Yeh Empas atau loloan menuju Pantai Yeh Gangga tepatnya sebelah timur pantai. Wahana air dikembangkan sebagai ajang untuk membersihkan sungai dan mewujudkan Pantai Yeh Gangga yang bebas sampah plastik.

Dolia menerangkan, saat ini sudah ada tujuh jukung dan enam perahu bebek-bebekan yang dioperasikan. Ongkos sewa jukung dan bebek berbeda. Sewa jukung untuk dewasa dikenai biaya Rp 10 ribu per orang dan anak-anak Rp 5 ribu per orang. Pemakaian jukung tidak dibatasi waktu. Sementara perahu bebek dikenai Rp 25 ribu untuk dua orang dengan durasi waktu 20 menit.

Baca juga:  Bupati Suwirta Berusaha Anggarkan Perbaikan Pura Puncak Sari

Pengunjung yang ingin bermain di wahana tersebut dilengkapi dengan pengaman yakni life jaket. Jadi, masyarakat diharapkan tidak takut dan ragu untuk mencoba wahan baru yang tujuannya juga untuk mempromosikan Pantai Yeh Gangga. Selain itu, karena Sungai Yeh Empas dijadikan tempat perahu bebek dan jukung berlayar, tentunya pengelola dan masyarakat setempat menjaga kebersihan sungai sehingga layak menjadi tempat wisata. Pembersihan secara rutin akan membuat Pantai Yeh Gangga bebas dari sampah khususnya plastik.

Dolia menambahkan, sejak dibukanya wisata air ini, setiap sore Pantai Yeh Gangga ramai dikunjungi wisatawan. Kondisi ini membawa berkah bagi pedagang dan desa adat mendapat pemasukan dari jasa parkir. “Jumlahnya belum dihitung karena data belum ada, yang jelas sangat ramai terlebih pada akhir pekan,” paparnya. (Wira Sanjiwani/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.