Sebuah eskavator dioperasikan untuk menggali tanah di TPS Kereneng, Denpasar, Senin (9/9). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Setelah TPS di Jalan Pulau Kawe, kini giliran TPS Kereneng yang akan menggunakan pola underground. Bahkan, penggarapan TPS bawah tanah ini sudah mulai digarap yang diawali dengan membuat lubang. Satu alat berat berupa eskavator terlihat mengeruk tanah yang akan dijadikan TPS underground.

Sementara itu, selama proyek berlangsung, pembuangan sampah dialihkan ke TPS Yangbatu. Selain itu, disiapkan satu unit truk sampah di lokasi, sehingga masih bisa menampung sampah warga sekitar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar I Ketut Wisada, Senin (9/9), mengatakan, TPS underground ini akan berkapasitas 30 meter kubik. Proyek ini dikerjakan PT Ubung Raya dengan nilai kontrak Rp 535 juta lebih. Waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender. Sumber dana dari APBD Denpasar 2019.

Dengan dikerjakannya TPS di Kereneng ini, akan ada dua TPS underground. Proyek pertama di TPS Jalan Pulau Kawe. TPS tersebut sudah mulai beroperasi sejak beberapa tahun lalu. “Proyek TPS underground akan terus berlanjut setiap tahun. Hanya, karena memerlukan biaya yang cukup besar, realisasinya dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Baca juga:  Jaksa Nyatakan Berkas Sudikerta Lengkap

Pemasangan TPS ini merupakan upaya penataan estetika kota agar tak ada sampah di atas tanah. Pihak swakelola yang membuang sampah juga sudah disosialisasikan terkait proyek ini. “Sesuai arahan wali kota, TPS underground ini merupakan inovasi berlanjut di Denpasar untuk estetika kota,” jelas Wisada.

Diharapkan pada Desember 2019 TPS ini sudah bisa dioperasikan. Secara keseluruhan pengadaan satu TPS undergorund menelan anggaran Rp 3,5 miliar – Rp 4 miliar. Anggaran ini cukup besar, karena harus ada banker. Terlebih di Kereneng, kondisi tanahnya cepat keluar air. Beberapa meter saja digali, sudah ada airnya. Karena itu, banker harus benar-benar kedap air.

TPS memiliki kedalaman 4 meter dan mampu menampung dua banker. Satu TPS memang banyak komponennya sehingga biayanya Rp 3,5-4 miliar. “Bankernya agak sulit karena posisi air di sini dangkal. Tiga meter saja sudah ketemu air. Buat banker kedap air mahal,” jelas Wisada. (Asmara Putra/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.