Sidang WPFSD ke-3 menghasilkan "Bali Roadmap." (BP/har)

MANGAPURA, BALIPOST.com – World Parliamentary Forum on Sustainable Development (WPFSD) ketiga yang ditutup di Hotel Patra Bali, Kamis (5/9) mengadopsi kesepakatan bersama melalui Bali Roadmap. Kesepakatan ini perwujudan kebutuhan akan komitmen serta political will yang kuat dan petunjuk untuk membangun langkah konkret dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan untuk saat ini dan bagi generasi di masa yang akan datang.

Air bersih dan sanitasi yang layak merupakan daftar keenam dari 17 goals dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang menjadi salah satu agenda pembahasan WPFSD ketiga tersebut. “Air bersih kami nilai sangat penting dan sanitasi. Jadi itu bagian yang kita dorong harus diprioritaskan karena ini menyangkut kebutuhan dasar,” ucap Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon usai menutup WPFSD.

Apalagi melihat realitas saat ini, bahwa pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan handal sangat terkait dengan pendidikan dan kesehatan. “Intinya dari Bali Roadmap itu adalah pertama, pemenuhan hak-hak dasar manusia tanpa terkecuali meliputi aspek kesehatan, pendidikan, perumahan yang layak, akses air bersih dan sanitasi. Kedua mendorong lokalisasi tujuan pembangunan berkelanjutan SDGs dengan mempertimbangkan konteks budaya dan kearifan lokal,” imbuh Fadli.

Dalam dokumen Bali Roadmap tersebut, parlemen dunia menekankan tiga hal penting, yaitu pertama pemenuhan hak-hak kebutuhan dasar manusia tanpa terkecuali, meliputi aspek kesehatan, pendidikan, perumahan yang layak, dan akses terhadap air bersih dan sanitasi.  Kedua, mendorong lokalisasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dengan mempertimbangkan konteks budaya dan kearifan lokal setempat. Ketiga mendorong kemitraan berbagai pihak terutama pelaku usaha untuk menjawab tantangan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan seperti penyediaan akses pelayanan keuangan yang terbuka bagi semua pihak.

Baca juga:  Masyarakat Diimbau Cek Kesehatan Babi sebelum Disembelih

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf mendorong agar kebijakan air bersih dan sanitasi diperkuat. Apabila pemerintah dan parlemen saling bersinergi dalam segi kebijakan dan anggarannya, tentunya target TPB atau Sustainable Development Goals (SDGs) terkait air bersih akan lebih mudah dicapai.

Ia meminta masyarakat Indonesia dan dunia sadar dan menciptakan pola kebersihan bagi dirinya sendiri terhadap lingkungan agar akses air bersih dapat terjaga guna mencapai target SDGs 2030. Diakui anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat ini, akses air bersih masih sangat sulit didapatkan, terutama di negara-negara dalam kategori Developing Country dan Least Developed Country.

Selain itu, ia mendesak para pengembang properti turut berpartisipasi mewujudkan target dari TPB 2030 dalam hal menciptakan akses air bersih dan sanitasi yang layak. Seperti misalnya menciptakan teknologi terbaru untuk menyalurkan air bersih dan menghindarkan penggunaan air tanah dalam kehidupan rumah tangga. (Hardianto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.