I Made Urip. (BP/rin)

DENPASAR, BALIPOST.com – I Made Urip merupakan satu-satunya orang Bali yang masuk dalam struktur DPP PDIP. Ternyata, Urip yang sebelumnya juga masuk dalam struktur DPP PDIP ini, akan dicoret dari kepengurusan.

Namun, menurut Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, Urip sempat akan dicoret dari kepengurusan yang baru. Akan tetapi pencoretan tidak jadi dilakukan.

Urip dipercaya mengemban tugas sebagai Ketua Bidang Pangan, Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Mega menyebut aspirasi yang begitu kuat dari seluruh DPC di Bali membuatnya kembali memasukkan nama Urip dalam kepengurusan. “Ini sudah lama banget, saya kadang-kadang mikir kenapa dia disenengi di sini ya. Tiap kali dan ini yang paling proper, diusulkannya itu dari seluruh DPC-DPC se-Bali, jadi mau nyoretnya kan susah ya,” ucap Mega.

Menurut Mega, pengumuman dan pelantikan pengurus DPP selain Ketua Umum harus dilestarikan dan menjadi sebuah tradisi saat Kongres. Dengan demikian, ada ikatan kewajiban dan tanggung jawab dari para pengurus.

Baca juga:  Megawati Minta Kader PDIP Menangkan Pileg dan Jokowi-Ma'ruf

Struktur pengurus DPP tidak banyak dirombak karena mereka dibutuhkan untuk segera bekerja dengan cepat. “Oleh sebab itu, maka saya sudah memutuskan sebetulnya dari jauh hari. Praktis masih banyak dari mereka yang dulu ikut membantu saya,” jelasnya.

Sebelumnya di sela-sela pelaksanaan Kongres V PDIP, I Made Urip pernah dimintai komentar soal struktur pengurus DPP PDIP. “Saya rasa untuk Bali, yang duduk di DPP selama ini kan satu orang. Saya rasa satu orang itu sudah cukup representatif untuk mewakili Bali,” ujar Urip, Jumat (9/8).

Menurut Urip, Bali selama ini telah menjadi roh atau kekuatan PDIP. Namun, bukan berarti jumlah pengurus DPP dari Bali harus ditambah atau lebih dari satu orang. “Cukup lah (satu dari Bali, red) karena struktur kepengurusan DPP partai itu kan relatif ramping tapi lincah,” imbuh Anggota DPR RI ini.
(Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.