DENPASAR, BALIPOST.com – Faber-Castell melakukan pembangunan pabrik baru di Semarang. Pabrik yang nantinya akan difungsikan sebagai gudang itu untuk memasok logistik peralatan tulis dan mewarnai di wilayah Indonesia Timur. Demikian dikemukakan Public Relations Manager PT Faber-Castell International Indonesia, Andri Kurniawan didampingi Sales Supervisor Bali, Lombok, Kupang, Ucky Ayuningtyas, Selasa (16/7).

Andri mengatakan pabrik baru ini rencananya rampung pada tahun depan. Dengan beroperasinya pabrik di Semarang, distribusi produk Faber-Castell yang di Indonesia ini dilakukan 3 perusahaan didukung 6 pabrik. “Dua pabrik yakni di Cibitung dan Semarang dioperasikan Faber-Castell International Indonesia,” ujarnya.

Selain pabrik, ia mengungkapkan Faber-Castell juga membangun gedung baru di Surabaya. Kantor yang juga difungsikan untuk berkesenian ini menyediakan open space bagi mereka yang berkeinginan menggambar dan mewarnai.

Diungkapkan Andri, secara market share, Faber-Castell masih menguasai di atas 50 hingga 60 persen dari peralatan tulis dan mewarnai secara nasional. Ia pun mengatakan secara pertumbuhan, di 2018 terjadi kenaikan sekitar 2 persen. “Pertumbuhan tahun ini lebib baik dibandingkan tahun lalu. Target di 2019, tumbuh antara 5-8 persen,” jelasnya.

Baca juga:  Sigra Dongkrak Penjualan Daihatsu

Ditambahkan Ucky, pertumbuhan di Bali pada 2018 cukup baik, mencapai 20 persenan. Tahun ini pun, ia optimis pertumbuhannya juga sama. “Saat ini kami fokus pada pemasaran bolpoin karena pensil marketnya sudah agak menurun,” sebutnya.

Per tahunnya, Faber-Castell bisa memproduksi sekitar 2,3 juta pensil. Selain mengembangkan produk alat-alat tulis dan mewarnai, Faber-Castell juga mulai merambah pada penjualan tas. Sasarannya anak-anak sekolah. “Ke depan, jika prospek penjualan tas ini cukup baik, tidak menutup kemungkinan Faber-Castell akan menjual varian tas yang lebih beragam,” kata Andri. (Diah Dewi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.