Cabai sedang disortir sebelum dipasarkan. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Cabai merupakan salah satu komoditas pertanian yang menjadi salah satu indikator terjadinya inflasi dalam suatu daerah. Karenanya meningkatkan produksi cabai terutama di musim-musim petani tidak banyak menanam cabai, dipandang penting.

Karenanya pemerintah pusat memberikan bantuan penanaman cabai kepada petani. Untuk Bali tahun 2019 ini pemerintah memberikan jatah penanaman cabai seluas 205 hektare.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali, Wayan Sunarta, Senin (15/7) mengatakan bantuan penanaman cabai seluas 205 hektare untuk Bali disebar ke Bangli seluas 40 hektare, Buleleng seluas 50 hektare, Gianyar seluas 20 hektare, Klungkung seluas 30 hektare, Karangasem seluas 20 hektare dan Tabanan seluas 45 hektare.

Sunarta melanjutkan, bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan luas tanam cabai di Bali sehingga menambah pasokan pasar. ”Dengan adanya tambahan luas tanam artinya meningkatkan produksi dan mengamankan ketersediaan pasokan pasar. Ini kemudian bisa mengendalikan atau menjaga kestabilan harga cabai di pasaran,” ujarnya.

Baca juga:  Di Tabanan, Harga Cabai Capai Rp 145 Ribu Perkilo

Bantuan yang sama juga didapatkan Bali pada 2018. Adapun luasannya mencapai 225 hektar yang disebar di Buleleng (50 hektar), Tabanan (50 hektar), Gianyar (50 hektar), Bangli (25 hektar), Klungkung (25 hektar) dan Karangasem (25 hektar). ”Selain diberikan kepada daerah sentra cabai bantuan ini juga diberikan berdasarkan pengajuan proposal dari petani,” ujar Sunarta.

Mengenai luasan tanam cabai di Bali, baik cabai besar maupun cabai rawit, pada tahun ini lebih meningkat dibandingkan 2018. Untuk cabai rawit luasan tanam di 2018 mencapai 109.349 hektare meningkat menjadi 150.510 hektare di 2019 atau sekitar 37,64 persen. Sementara untuk cabai besar luasan tanam pada 2018 mencapai 44.087 hektare dan tahun ini, luasan tanamnya meningkat menjadi 48.566 hektare atau 10,16 persen. (Wira Sanjiwani/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.