Saya sebagai masyarakat kini bingung. Banyak versi calon jadi beredar di dunai maya atau media sosial. Terus terang ini membingungkan. Padahal, sampai saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum mengumumkan angka pasti.

Lalu berdasarkan apa mereka memastikan diri lolos. Kalau hanya hitungannya  berdasarkan angka pribadi dan saksi-saksi yang didapat, maka hormatilah dulu lembaga negara KPU dalam hal ini. Banyaknya versi nama-nama calon yang lolos saya khawatirkan akan berdampak buruk terhadap kepercayaan publik terhadap media.

Terus terang nama-nama yang kini dinyatakan lolos dan dapat kursi sangat beragam. Di satu informasi dinyatakan lolos, namun di berita lainnya justru gagal. Artinya, banyaknya varian informasi caleg yang lolos patut segera disikapi oleh KPU. Hendaknya ada penegasan khusus dari KPU bahwa masyarakat harus menunggu informasi valid tentang hasil pemilu.

Nama-nama yang kini beredar belum tentu valid dan belum tentu salah. KPU harus mengajak para calon dan masyarakat cerdas mengelola informasi. Para caleg juga harus menahan diri termasuk elite partai. Saya juga berharap KPU bisa memberikan gambaran perkembangan penghitungan suara saat ini dan tahapannya. KPU bisa tetap memberikan informasi publik. KPU hendaknya aktif menginformasikan perkembangan ini agar publik memiliki rujukan informasi.

Baca juga:  Pilkada Serentak 2018, Tren Kenaikan Calon dari TNI dan Polri Naik

Saya juga berharap calon yang pasti jadi untuk menahan diri untuk menyatakan diri lolos kepada publik. Mari kita jaga suasana pesta demokrasi yang sudah berjalan dengan damai agar kondusif. Tentunya dalam hal ini  informasi awal memang sudah ada. Namun untuk memastikan diri lolos hendaknya tetap harus bersabar. Ini untuk menjaga informasi yang valid tentang  hasil Pemilu. Mudah-mudahan pascapemilu ini kita bisa bergerak bersama dan bersatu membangun negeri.

I Ketut Putra Sukama

Denpasar-Bali

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.