DENPASAR, BALIPOST.com – Memperingati Hari Bumi yang jatuh Senin (22/4), XL Axiata-KKP menggelar acara bersih-bersih Pantai Mertasari, Sanur. Acara yang bekerjasama dengan Badan Riset dan Observasi Laut (BROL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini diikuti oleh perwakilan beberapa dinas perikanan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar, civitas akademika, dan komunitas pecinta lingkungan serta nelayan sekitar 150 orang.

Turut hadir dalam acara ini Walikota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya M, Kepala BROL Dr. I Nyoman Radiarta, M.Sc, dan Group Head XL Axiata East Region, Mochamad Imam Mualim. Mochamad Imam Mualim, mengatakan sangat bangga karena ikut berpartisipasi secara aktif dalam memperingati Hari Bumi bersama masyarakat Bali membersihkan pantai Sanur.

Isu sampah yang mengotori perairan laut, termasuk pantai terutama plastik, juga menjadi perhatian dan kekhawatiran XL Axiata karena bisa mengancam kelestarian lingkungan dan merugikan masyarakat. “Kami berharap akan bisa lebih aktif lagi dalam ikut menanggulangi isu sampah ini.”

Upaya menjaga kebersihan laut dan pantai juga masuk agenda XL Axiata melalui program Laut Nusantara. Imam Mualim menyebut, program tersebut dalam jangka panjang memang juga diarahkan untuk mendukung visi pelestarian ekologi laut. “Ini merupakan bagian CSR XL juga,” sebutnya.

Menurut Kepala BROL Dr. I Nyoman Radiarta, M.Sc, aplikasi Laut Nusantara berisi fitur-fitur yang mendukung upaya pelestarian lingkungan di laut tersebut. Nelayan bisa memanfaatkan fitur ini untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas mereka.

Diungkapkan sejak diluncurkan Agustus 2018, pengunduh aplikasi ini sudah mencapai 10 ribu. Ini artinya, respons nelayan untuk memanfaatkan teknologi ini cukup baik. “Kita akan terus melakukan perbaikan dan meningkatkan fitur-fitur yang ada di aplikasi itu,” sebutnya.

Pada program sosialisasi ini tim dari XL Axiata mengajarkan langsung penggunaan aplikasi Laut Nusantara kepada para nelayan. Tidak lupa, mereka juga diberikan pemahaman mengenai manfaat dari pemanfaatan teknologi digital untuk membantu meningkatkan hasil tangkapan ikan di laut, sekaligus memastikan keamanan mereka dalam bekerja.

Baca juga:  Rekapitulasi Suara Tingkat Kecamatan di Jembrana Hujan Interupsi

Salah satu fitur yang mereka butuhkan adalah petunjuk lokasi tempat ikan berada, yang selama ini tidak bisa mereka perkirakan. Teknologi digital yang didukung data satelit dari Badan Riset dan Observasi Laut (BROL) mampu memberikan data-data ini.

Selain itu, ada beberapa tambahan fitur di fase kedua ini, yaitu navigasi yang lebih kompleks dimana fitur ini memungkinkan pengguna untuk memilih jalur penangkapan ke beberapa titik dan langsung mendapatkan informasi mengenai jarak, waktu tempuh dan kebutuhan bahan bakar sesuai rencana. Kemudian fitur feedback untuk menginformasikan kondisi dititik tangkapan sesuai rencana awal apakah sesuai atau tidak.

Ada juga fitur informasi kondisi laut ter-update, ditunjukkan dengan pesan yang muncul berisi data titik koordinat, arah angin, kecepatan angin dan tinggi gelombang. Dengan tambahan fitur ini, diharapkan para nelayan, pengguna aplikasi dapat terbantu dari sisi tangkapan dan keselamatan secara lebih maksimal.

Pelatihan diikuti oleh tidak kurang dari 75 orang nelayan dari wilayah Denpasar. Termasuk, dalam program sosialisasi ini, XL Axiata juga menyerahkan donasi paket smartphone yang sudah dilengkapi dengan aplikasi Laut Nusantara dan paket data dan telpon selama 1 bulan.
Untuk kebutuhan akses internet cepat dalam menjalankan aplikasi ini ataupun kegiatan pelanggan yang lain, XL Axiata sendiri sudah menyediakan lebih dari 1.300 BTS 4G di seluruh Bali dengan coverage mencapai 98 persen. Di wilayah Denpasar, XL Axiata sudah mengcover hampir seluruh area dengan layanan 4G yang didukung oleh lebih dari 300 BTS 4G. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.