Ilustrasi. (BP/dok)

Pada era sekarang, siapa yang masih meragukan peran wanita? Di balik kesuksesan seorang pria, tentu ada wanita hebat di belakangnya. Begitu, ungkapan yang sering kita jumpai di berbagai moda sosial saat ini. Benar, tetapi bisa juga salah. Mengapa?

Karena secara implisit dari kalimat tersebut terkandung arti yang mungkin bisa ditafsirkan kalau wanita hanyalah sebagai pelengkap. Dia berjalan di sampingnya atau di belakangnya. Akan lebih fair kalau kalimat itu juga dibalik. Di balik kesuksesan seorang wanita, ada lelaki hebat di samping atau di belakangnya. Nah, kalau begini kan kelihatan lebih adil. Ada semacam pemenuhan tuntutan kesetaraan gender.

Tetapi baiklah, memang saat ini tidak bisa dinafikan kekuatan serta ketangguhan seorang wanita dalam bidang apa pun. Sejarah sudah membuktikan, ada peranan aktif kaum perempuan bersama kaum laki-laki berjuang. Merebut, mempertahankan, serta mengisi kemerdekaan. Walaupun di sana-sini banyak kejadian yang masih mengsubordinasikan sosok perempuan, barangkali itu sebuah proses. Dan itu diperjuangkan sampai saat ini. Pria dan wanita bahu-membahu melakukan sesuatu yang baik untuk semuanya. Walau kemudian ada kerikil tajam menghadang tentu itu sebuah dinamika perjuangan.

Dari perjuangan itulah kemudian muncul banyak nama. Tokoh wanita bermunculan di berbagai bidangnya. Dia tidak saja memimpin kaumnya, tetapi di banyak bidang juga memimpin laki-kaki. Jadi sudah semakin jamak kalau seorang perempuan berada di depan. Memegang obor di tangannya, menerangi jalan masyarakatnya.

Baca juga:  Ribuan Tukik Mati Setiap Tahunya Akibat Kekurangan Pakan

Di berbagai daerah di Indonesia, tipikal wanita tangguh serta kuat banyak dijumpai. Di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali dan sebagainya. Wanita-wanita tangguh ini tidak hanya menghidupi keluarganya, tetapi juga masyarakatnya. Wanita kuat seperti ini adalah ibarat bumi. Dia memberikan kehidupan bagi yang lainnya. Dia mengayomi serta melindungi. Dia membesarkan dan memberi rasa aman.

Banyak sudah bidang mulai dirambah. Mulai pekerjaan rumah tangga, ekonomi, budaya, sosial hingga politik. Dari sektor informal, swasta hingga aparatur negara. Dari pangkat rendah sampai tinggi. Dari seorang kuli kasar sampai presiden. Nah, apalagi? Yang kurang mungkin bahwa semangat itu perlu dijaga, ditumbuhkembangkan, diartikan secara universal oleh kaumnya sendiri serta kaum laki-laki sebagai mitra kerja.

Walaupun kini wanita sudah maju, tingkat diskriminasi terhadap perempuan juga masih tinggi di segala bidang. Untuk itulah, perlu komitmen kuat bagi dirinya sendiri, kaum perempuan, agar tetap berada di jalur yang tetap untuk menjaga dan mengawal kesetaraan gender.

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.