Prosesi mapepada agung serangkaian karya ngusaba kedasa yang dilaksanakan di Jaba Pura Ulun Danu Batur, Desa Pakraman Batur, Kintamani, Rabu (20/3). (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com –  Puncak Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Desa Pakraman Batur, Kintamani berlangsung Rabu (20/4). Upacara yang dilaksanakan bertepatan dengan rahinan Purnamaning Kedasa, dihadiri ribuan orang pemedek.

Dalam puncak Karya Ngusaba Kedasa digelar prosesi mapepada agung, yang dihadiri Gubernur, sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Pemprov Bali dan Pemkab Bangli. Proses mapepada agung dilangsungkan di jaba Pura Ulun Danu Batur, diawali dengan iring-iringan kober, pralingga Ida Bhatara, sekaa gong dan sekaa baris. Prosesi mapepada agung terlihat unik karena diikuti iring-iringan barong sai yang dibawakan umat dari warga Tionghoa.

Pengemong Pura Ulun Danu Batur, Jero Gede Batur Duuran mengatakan, makna dari proses mapepada agung adalah untuk menyucikan semua sarana upakara sebelum dipersembahkan kepada Ida Bhatara. “Sama seperti mapepada wewalungan yang dilaksanakan (Selasa) kemarin. Sebelum wewalungan disembelih, disucikan terlebih dahulu. Kita nunas panugrahan, sehingga nantinya wewalungan yang dipersembahkan, kelak bisa menjelma jadi makhluk yang lebih baik,” terangnya.

Baca juga:  Membludak, Pemedek Tangkil Saat Puncak Karya di Pura Lempuyang

Diijelaskannya, prosesi mapepada agung melibatkan ribuan pamedek dari 60 desa batun sendi Ida Bhatara. Yang dimaksud desa batun sendi Ida Bhatara adalah desa-desa yang selama ini bertanggungjawab penuh terhadap pelaksanaan karya di Pura Ulun Danu Batur.

Disampaikannya, setelah pelaksanaan mapepada agung, prosesi dilanjutkan dengan upacara Ida Bhatara katurang pujawali ring tengahing dalu/latri. “Upacaranya dilaksanakan pada tengah malam,” kata Jero Gede Batur Duuran.

Sesuai dudonan karya, rangkaian karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur akan berlangsung hingga tanggal 2 April mendatang.Pada kesempatan kemarin, Dane Jero Gede Batur Duuran mengajak seluruh umat Hindu untuk meluangkan waktu ngaturang bakti selamakarya berlangsung. Melalui karya ngusaba ini diharapkan jagat Bali pada umumnya akan senantiasa diberikan waranugraha dan keselamatan oleh Ida Bhatara yang berstana di Pura Ulun Danu Batur. (dayu rina/Balipost)

 

 

 

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.