Pertumbuhan dan pendapatan asuransi jiwa mengalami perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya. (BP/son)

JAKARTA, BALIPOST.com – Pertumbuhan dan total pendapatan industri asuransi jiwa nasional mencatat perlambatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan Hasil Investasi industri asuransi jiwa turut melambat sebesar 84,5% jika dibandingkan pada tahun sebelumnya menjadi Rp 7,83 triliun.

“Namun demikian, Hasil Investasi tetap mengalami kenaikan sebesar 509,8%,” kata Ketua Bersama Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Maryoso Sumaryono, dalam paparannya di Jakarta, Rabu (27/2).

Meski mengalami perlambatan dikarenakan pengaruh kondisi pertumbuhan ekonomi global dan nasional, Maryoso mengatakan, pertumbuhan hasil investasi meningkat sehingga tetap memberikan harapan positif di tahun berikutnya. “Keseluruhan Total Pendapatan Industri Asuransi Jiwa mengalami perlambatan, kinerja industri asuransi jiwa, mencatatkan penurunan pertumbuhan Industri sebesar 19,4%,” kata Maryoso.

Terkait total pendapatan premi, Maryoso menjeIaskan, perlambatannya sebesar 5,0% menjadi Rp 185,88 triliun. Penurunan total premi dipengaruhi oleh menurunnya pendapatan premi dari saluran distribusi bancassurance sebesar 11,2% serta berkontribusi sebesar 42,9% dari keseluruhan total pendapatan premi lindustri asuransi jiwa.

Baca juga:  2018, Pertumbuhan Kredit Perbankan Nasional Terbaik Sejak 4 Tahun Terakhir

Ia mengatakan, tercatat pendapatan premi bisnis baru yang berasal dari produk asuransi kesehatan memiliki kontribusi sebesar 4,8% dari keseluruhan total pendapatan premi bisnis baru. Hal ini menunjukkan bahwa produk asuransi kesehatan masih diminati oleh masyarakat Indonesia.

Dalam hal Hasil Investasi industri asuransi jiwa, Maryoso mengatakan, mengalami perlambatan sebesar 84.5% jika dibandingkan pada tahun sebelumnya menjadi Rp 7,83 triliun, dan penurunan kinerja hasil investasi asuransi jiwa disebabkan penurunan harga pasar pada investasi saham dan reksadana, namun apabila dibandingkan Hasil Investasi menunjukkan adanya peningkatan yang tinggi, yaitu sebesar 509,8%. “IHSG sudah menguat dan industri asuransi jiwa optimis untuk hasil investasi akan semakin membaik,” ungkap Maryoso. (Nikson/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.