Wabup Ketut Suiasa secara simbolis menyerahkan bantuan Hibah yang diterima Bendesa Adat Rijasa I Made Suparta saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan lan Tawur Agung di Pura Kahyangan Luhur Batu Belig dan Kelembang, Desa Rijasa, Penebel, Tabanan,Senin (28/1). (foto/ist)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung, tidak hanya berupaya mensejahterakan warganya, kabupaten dengan tagline membangun Bali dari badung ini juga memperhatikan keberadaan masyarakat di luar wilayahnya.

Seperti halnya ketika Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Senin (28/1) menghadiri Karya Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan lan Tawur Agung di Pura Kahyangan Luhur Batu Belig dan Kelembang, Desa Rijasa, Penebel, Tabanan. Pada upacara mekebat daun dan mejejauman kemarin, Wabup Suiasa menyerahkan bantuan hibah secara simbolis sebesar Rp 1,2 miliar yang diterima Bendesa Adat Rijasa I Made Suparta.

Wabup Suiasa didampingi Penglingsir Puri Biaung I Gst. Ngurah Oka Sudarsana, Kadis DPMPTSP Badung Agus Ariawan, Dinas PUPR Badung, Bagian Kesra Badung menyampaikan bahwa merupakan suatu kewajiban sebagai pemerintah bersama masyarakat sebagai umat beragama, khususnya Agama Hindu. Terlebih, untuk ikut terlibat serta berpatisipasi dalam mensukseskan pelaksanaan karya ngenteg linggih di Pura Luhur Batu Belig yang merupakan Pura Dang Kahyangan.

“Sudah menjadi kewajiban kita bersama sebagai umat. Kami Pemerintah Kabupaten Badung sadar akan hal tersebut dan senantiasa untuk ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan yadnya seperti ini. Kehadiran kami untuk ikut mendoakan, semoga yadnya yang dilaksanakan bisa berlangsung dengan baik sesuai dengan harapan,” katanya.

Baca juga:  Gara-gara Ini, Ratusan Perusahaan di "Blacklist" Badung

Disamping itu, yadnya ini bukanlah semata-mata untuk masyarakat itu sendiri, tetapi adalah suatu yadnya yang dipersembahkan buat kedamaian, keselamatan umat dan alam semesta. “Dilihat dari segi nilai manfaatnya yadnya ini adalah untuk kita semua, untuk kedamaian, kebaikan umat manusia di bumi ini, hanya saja yang melaksanakannya adalah krama disini,” jelasnya.

Bendesa Adat Rijasa I Made Suparta, atas nama krama pengempon Pura Kahyangan Luhur Batu Belig dan Kelembang Desa Adat Rijasa Penebel Tabanan mengucapkan terima kasih kepada bapak wakil bupati badung dan Pemerintah Kabupaten Badung yang telah memberikan dukungan baik sekala maupun niskala sehingga karya ini dapat berjalan dengan lancar, labda karya, sidaningdon. Dikatakan, Puncak karya telah dilaksanakan 16 Januari 2019, dilanjutkan 2 Pebruari 2019 meajar-ajar dan nyegara gunung.(adv/balipost)

 

 

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.