DENPASAR, BALIPOST.com – Mayor Jenderal (Mayjen) TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., dipercaya pimpinan TNI sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus. Mantan Danrem 163/Wira Satya (WSA) ini menggantikan Mayjen TNI Eko Margiyono yang akan menjadi Pangdam Jaya.

Saat dihubungi via telepon, Sabtu (26/1), Mayjen Cantiasa mengatakan sangat bersyukur karena mendapat amanah dan kepercayaan menjadi memimpin pasukan khusus TNI ini. Apalagi situasi dan kondisi (sikon) di dalam negeri menyongsong pesta demokrasi.

Sedangkan sikon di luar negeri juga penuh dengan dinamika globalisasi. “Kita harus cerdas dalam menempatkan diri dalam menghadapi segala ancaman, tantangan, hambatam dan gangguan terhadap kedaulatan, keutuhan serta keselamatan Bangsa Indonesia,” ucapnya.

Menurut mantan Danrem 173/Praja Vira Braja (Pvb) bermarkas di Biak, Papua ini, pergantian jabatan di lingkungan TNI adalah hal wajar dan selalu terjadi dalam rangka penyegaran organisasi, juga pembinaan personel dan satuan. “Saya sebagai krama Bali dan pernah menjabat di Bali sebagai Danrem 163/WSA juga yakin ini semua berkat doa dan dukungan masyarakat Bali. Berkat doa tersebut saya bisa mengabdi dengan baik dan diberikan amanah untuk menjabat Danjen Kopassus,” tegas jenderal bintang dua asal Buleleng ini.

Menurutnya pasukan khusus ini sangat diperhitungan negara-negara luar sehingga selalu dipantau perkembanganya di setiap jaman. “Terima kasih kepada masyarakat Bali khususnya nyama Buleleng bahwa teruslah berkarya. Bahwa di Indonesia ini siapa saja bisa maju dan menjabat (posisi) yang penting, asalkan memiliki dedikasi dan kinerja yang baik sehingga menjadi kebanggaan dan keprcayaan pimpinan. Putra-putra Bali adalah orang-orang pekerja keras dan memiliki karakter tersendiri dengan jiwa-jiwa puputannya. Apabila situasi menghendaki seperti itu, tidak ada alasan dan kita tidak boleh ragu-ragu melaksanakan tugas tersebut,” ujarnya.

Baca juga:  Jadikan Ekonomi Bali Mandiri

Kepada generasi muda, peraih penghargaan Bintang Adhi Makayasa dan Bintang Tri Sakti Wirautama ini, berharap agar putra-putri Bali terus berkarya dan belajar mencapai cita-cita setinggi langit. “Itu pasti bisa, seperti motto bila kita berpikir akan bisa sebenarnya kita sudah bisa. Tetapi apabila kita berpikir tidak bisa pasti jawabannya kita tidak bisa,” ungkap Cantiasa yang dikenal ramah ini.

Meski tugas di luar Bali, ia mengimbau kepada masyarakat Bali agar tetap menjaga sikon Bali yang aman dan damai. “Kita memang berbeda hidup di Indonesia dan di Bali khususnya. Namun jadikanlah perbedaan itu potensi modal kita, bukan malah menjadi konflik yang membuat perpecahan bangsa dan negara kita,” jelasnya.

Ia berharap adat dan budaya Bali terus dijaga karena pengaruh dan ancaman dari luar sangat masif, apalagi Pulau Bali menjadi tujuan wisata sehingga pengaruh budaya luar sangat gencar ke Bali. Namun apabila masyarakat Bali mampu menjaga adat dan budaya Bali dengan karakternya masyarakatnya yang sudah menjadi tradisi turun-menurun, maka ancaman dan pengaruh dari luar itu tidak akan ada dampaknya. “Kita tertinggal oleh negara yang baru kemarin bebas atau merdeka. Waktu yang ada tinggal 27 tahun lagi menuju 100 tahun, kita harus terbebas dari kemiskinan dan ketertinggalan. Kita harus bersatu membangun Bangsa Indonesia,” tegasnya. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.