MANGUPURA, BALIPOST.com – Lama belum ditangani, Dinas Perhubungan (Dishub) Badung, kini mulai menyiapkan desain pengadaan lampu penerangan jalan (LPJ) di sepanjang jalur menuju Pura Uluwatu, Desa Pecatu, Kuta Selatan. Nantinya LPJ akan menggunakan smart system.

Terkait hal itu, Kabid Sarpras Dishub Badung, Gede Made Swastika seijin Kadishub Badung, Rai Yuda Dharma, membenarkan. Hal Ini dilakukan untuk mempermudah dalam melakukan memonitor apabila ada kerusakan lampu, atau terjadi pemadaman. “Ini nantinya agar bisa dimonitor langsung melalui sistem, untuk reaksi cepat agar bisa ditangani langsung,” katanya, Kamis (24/1).

Pihaknya menyebutkan, untuk pengerjaannya, akan dilakukan sepanjang jalan dari kawasan Unud hingga objek wisata Uluwatu, Pecatu. Kemudian, apabila anggaran yang disiapkan masih memungkinkan, maka pengerjaan akan dilanjutkan ke jalur menuju Pantai Pandawa.

Swastika mengatakan, untuk pengerjaan tahun ini, pihaknya memang konsen untuk pengerjaan disepanjang jalur menuju objek wisata. “Rencana pengadaan LPJ, saat ini masih didesain. Untuk DED saat ini masih proses. Nanti bulan Mei baru bisa diketahui berapa titik akan dipasang sekaligus anggarannya,” pungkasnya.

Untuk tahun ini, memang lebih cenderung penanganan disepanjang lokasi jalan menuju objek wisata seperti Uluwatu, Pandawa, dan Kutuh. Untuk pemasangan, pihaknya memang menargetkan, tahun ini sudah dilakukan.

Baca juga:  Buleleng Ganti LPJ Dengan Hemat Energi

Tidak hanya untuk jalur menuju objek wisata, juga akan mencover jalan lingkungan. “Ini masih di godok untuk perencanaan lebih lanjut. Untuk tahun ini disiapkan anggaran sekitar Rp 25 miliar,” ujarnya.

Dalam penerapan nanti, penggunaan solar cell memang tidak lagi digunakan. Karena biaya perawatan yang cukup mahal.

Untuk itu, semua LPJ akan menggunakan tenaga listrik. Sedangkan, untuk lampu, seluruhnya akan menggunakan LED.

Duhubungi terpisah, Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta mengharapkan agar ini bisa segera direalisasikan. Pihaknya meminta, yang perlu diprioritaskan adalah kawasan objek wisata seperti Uluwatu dan Labuan Sait.

Mengingat, pada jam-jam tertentu, usai pementasan Kecak di Uluwatu, wisatawan yang akan balik ke penginapan, kondisi jalan sudah gelap. Tentunya ini sangat berbahaya.

Made Sumerta yang juga anggota fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung ini mengatakan, kondisi jalan dengan kondisi lampu penerangan yang rusak ini sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Meski sudah pernah dilakukan perbaikan, namum kembali lagi mengalami kerusakan.

Termasuk juga di sepanjang jalan Labuan Sait, karena disana sering terjadi kecelakaan. Apalagi jalan Labuan Sait sangat terjal. “Saya mendorong agar ini dimasukkan menjadi skala prioritas ditengah keterbatasan anggaran saat ini,” harapnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.