DENPASAR, BALIPOST.com – Nyepi tahun ini akan menjadi tuan rumah Dharma Santi Nyepi 2019. Rencananya, Presiden RI Joko Widodo diundang untuk hadir.

Panitia Nasional menjadwalkan Dharma Santi Nyepi 2019 digelar di BNDCC, Nusa Dua, Badung. Namun, Gubernur Bali Wayan Koster termasuk sejumlah tokoh seperti Ketua MUDP Bali dan Ketua PHDI Bali berharap acara ini bisa dilaksanakan di Ardha Candra, Art Center, Denpasar.

“Kebetulan tahun ini tahun demokrasi kita, namanya pemilu nanti April ini. Maka kita mencoba mendesain kegiatan Dharma Santi dengan tema sederhana ‘Melalui Catur Brata Penyepian, Kita Mensukseskan Pemilu 2019’ mangda guyub, mangda rahayu, mangda raket teket masyarakat kita,” ujar Ketua PHDI Pusat, Wisnu Bawa Tenaya di Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (25/1).

Wisnu Bawa Tenaya mengajak semua pihak untuk ikut mensukseskan acara Dharma Santi Nyepi agar berjalan dengan lancar. Menurutnya, gubernur memang sempat memberi arahan agar acara ini dilaksanakan di Art Center untuk menonjolkan sisi ajeg Bali.

Namun, pihaknya lebih memilih di Nusa Dua dengan pertimbangan keamanan serta situasi alam yang belakangan sangat dinamis. Mengingat, Presiden RI Joko Widodo turut diundang dalam acara ini. “Dengan berbagai pertimbangan kita ingin mengundang kira-kira 5000 hingga 10 ribuan masyarakat Hindu termasuk para sulinggih, pandita, pinandita, sesepuh, tokoh adat dan tokoh masyarakat, hingga kaum milenial umat kita,” imbuhnya.

Di samping bisa merasakan bertemu langsung dengan Presiden, lanjut Wisnu, banyaknya peserta yang diharapkan hadir juga untuk menunjukkan bahwa umat Hindu betul-betul guyub. Dengan demikian, Bali bisa menjadi contoh untuk Indonesia.

Selama inipun Bali lewat subak, pertanian, adat dan budaya, hingga kerukunan umat beragamanya sudah dijadikan contoh di tanah air. “Sering ada kegiatan internasional di Bali, di BNDCC atau Nusa Dua. Tetapi kita Hindu di Bali tidak pernah menggunakan gedung-gedung kita yang bagus itu. Ini juga membuat pride (kebanggaan, red) umat, karena banyak semeton yang belum tahu Nusa Dua,” jelasnya.

Baca juga:  Selama Nyepi, Pelayaran Selat Bali Ditutup

Ketua Panitia Dharma Santi Nasional, Wayan Gigin berharap agar pelaksanaan Dharma Santi bisa dilaksanakan di Nusa Dua. Pihaknya optimis 7000-an peserta akan hadir dalam acara tersebut. Masalah lokasi menjadi sangat krusial lantaran Dharma Santi selama ini selalu diadakan di dalam gedung.

Perayaan Dharma Santi diperkirakan menelan dana Rp 4,3 miliar yang akan ditanggung panitia nasional dan pemprov Bali. Selain Dharma Santi di Bali, akan digelar pula seminar nasional berkaitan dengan nyepi di Gedung Nusantara II DPR RI Senayan, Jakarta.

Kemudian tawur agung nasional akan dipusatkan di Yogyakarta.

Sementara itu, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, anggaran untuk Dharma Santi Nyepi sudah dialokasikan dalam APBD Provinsi Bali Tahun Anggaran 2019. Hanya saja, besarannya belum sesuai dengan kebutuhan riil lantaran pada saat penyusunan anggaran di 2018, lokasi Dharma Santi masih diwacanakan di Jakarta.

Oleh karena itu, alokasi anggaran hanya semacam hibah atau donasi kepada panitia untuk mendukung pelaksanaannya. “Meskipun demikian, beliau (gubernur, red) sudah menyatakan kekurangannya akan terus diupayakan. Seberapapun akan diupayakan dari sumber-sumber yang lain. Prinsipnya untuk dukungan dana, beliau akan berupaya memberikan dukungan seoptimal mungkin meskipun tidak 100 persen,” ujarnya.

Mengenai tempat pelaksanaan, lanjut Dewa Indra, gubernur tetap ingin agar panitia memprioritaskan di Ardha Candra, Art Center. Pertimbangannya, tempat itu lebih memberikan spirit budaya ketimbang di Nusa Dua.

Namun demikian, gubernur juga mempersilakan di Nusa Dua jika memang panitia memiliki alasan yang kuat. “Kalau pantiia dalam diskusi sore hari ini merasa lebih save, merasa lebih nyaman, merasa lebih pas dilaksanakan di Nusa Dua, tentu dengan sama-sama punya pertimbangan, beliau mempersilakan,” tandasnya. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.