Rombongan ANRI melakukan kunjungan untuk mengawali rencana ANRI merestorasi koleksi lontar dan buku di Gedong Kirtya, Singaraja Kamis (24/1). (BP/mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Kondisi koleksi buku warisan sejarah kerajaan yang tersimpan di Gedong Kirtya, Singaraja mulai mendapat perhatian serius Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Dalam waktu dekat koleksi buku akan direstorasi.

Sebagai langkah awal, Kamis siang (24/1), Kepala Biro Umum ANRI Multi Siswati bersama rombongan berkunjung ke Gedong Kirtya.

Rombongan ANRI diantar Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Buleleng Made Sukarmini, Kepala Bidang (Kabid) Arsip Putu Kariaman Putra, Sekretaris Dinas Kebudayaan (Sekdisbud) Made Sudiarba serta kepala UPT Gedong Kirtya Putu Gede Wiryasa. Mereka sempat mendengarkan pembacaan isi dari beberapa lontar yang dibaca oleh staf Gedong Kirtya.

Kepala Biro Umum ANRI Multi Siswati mengatakan, kunjungan ini menindaklanjuti program pemerintah pusat yang akan merestorasi koleksi lontar dan buku yang disimpan di Gedong Kirtya.

Setelah kunjungan ini, ANRI akan menugaskan para mentor memberi pelatihan kepada para arsipasris Buleleng terkait teknis merehabilitasi atau memperkuat kondisi fisik arsip atau dokumen yang mengalami kerusakan atau mengalami penurunan kuwalitas secara fisik.

Selain mendidik, para mentor akan merestorasi koleksi terutama buku yang ditulis oleh sasatrawan asal Belanda. Setelah persiapan lengkap, restorasi dilakukan mulai Februari 2019 mendatang.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Buleleng Made Sukarmini menyambut baik perhatian ANRI pusat yang membantu daerah dalam menyelematkan warisan sejarah baik masa kerajaan maupu peninggalan Penjajah Belanda. Perhatian pemerintah pusat ini diakuinya dapat mempercepat penyelamatan koleksi di Gedong Kirtya yang sangat diperlukan. Untuk itu, pihkanya menugaskan tenaga arsip pada masing-masing SKPD untuk mengikuti bintek untuk melakukan restorasi terhadap keberadaan arsip di Gedong Kirtya.

“Walau yang diutamakan adalah staf Dinas Kebudayaan (Disbud), kami akan sertakan satu staf masing-masing OPD dilingkup Pemkab juga dilibatkan, sehingga penyelematan wasrisan sejarah ini lebih optimal,” katanya. (mudiarta/balipost)

 

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.