Ida Pedanda Gerya Jumpung saat memimpin penyucian hewan kurban yang akan digunakan dalam yadnya serangkaian karya di Pura Dalem Agung Kawitan Pratisentana Shri Nararya Kresna Kepakisan. (BP/dar)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Menjelang diselenggarakan upacara tawur Agung di Pura Dalem Agung Kawitan Pratisentana Shri Nararya Kresna Kepakisan, banjar Dukuh, Nyuh Aya, Desa Gelgel, Klungkung, diselenggarakan upacara mepepada, Selasa (1/1).

Sekretaris Manggala Karya, Dr. I Made Legawa, SE., mengatakan, upacara mapepada ini masih dalam kaitan karya agung di Pura Dalem Agung Pratisentana Shri Nararya Kresna Kepakisan, yang puncaknya 5 Januari 2019. Dalam upacara mapepada kali ini dipuput Ida Pedanda Geria Jumpung.

Prosesi Mepepada sebagai upacara penyucian terhadap hewan-hewan yang akan dijadikan korban suci, yang dagingnya digunakan untuk kelengkapan yadnya. Adapun hewan yang digunakan berupa hewan berkaki empat, hewan berkaki dua, baik yang hidup di darat maupun hidup di air.

Dalam upacara mapepada ini, seluruh roh hewan yang akan digunakan untuk sarana upacara yadnya diharapkan ketika lahir kembali akan mengalami kenaikan tingkat kehidupan atau tidak menjadi hewan kembali.

Baca juga:  Pujawali di Pura Goa Lawah

Usai dilakukan upacara penyucian, dilanjutkan dengan menuntun hewan – hewan kurban mengitari tempat upacara sebanyak tiga kali dengan konsep Murwa Daksina. Hal ini sebagai simbol bahwa hewan atau binatang yang sudah disucikan itu bergerak menuju tingkat yang lebih tinggi. Setelah itu, hewan tersebut dilakukan pemotongan untuk kelengkapan upacara pada tawur.

Sedangkan untuk upacara tawur agung akan dilaksanakan Rabu (2/1). Sebagai persiapan dari upacara tawur, sehari sebelumnya diawali dengan upacara memben tawur, yang dilaksanakan Selasa malam (1/1), dipuput Ida Pedanda Geria Kutub. (agungdharmada/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.