Pekerja menyelesaikan proyek rumah bersubsidi. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Program Rumah Subsidi dari pemerintah sangat diharapkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dengan uang muka minimal 1 persen dari harga jual dan angsuran sekitar Rp 1 juta tiap bulan, tentu sangat terjangkau.

Oleh karena itu peminat rumah subsidi masih tinggi meskipun lokasinya di Tabanan. Menurut Wakil Ketua DPD REI Bali Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Diklat, I Gede Suardita, Rabu (19/12), tingginya peminat rumah bersubsidi ini bisa dilihat di Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Meski baru berjalan beberapa bulan, proyek ini sudah terjual 50 persen.

“Konsumennya kebanyakan dari Denpasar dan Badung. MBR sangat terbantu dengan program rumah subsidi ini. Saya mengimbau agar warga hati-hati karena di Tabanan ada developer abal-abal ikut-ikutan menggarap program ini. Target mereka hanya meraup uang muka calon konsumen,” kata developer yang sedang menggarap rumah subsidi BCA Land Kerambitan di Tabanan ini.

Menurut owner PT Bumi Cempaka Asri (BCA) ini, uang muka rumah subsidi minimal 1 persen dari harga jual, dimana untuk Bali harga rumah subsidi Rp 148 juta. Sedangkan angsurannya di bawah Rp 1 juta selama 20 tahun. “Jadi sangat terjangkau sekali, makanya peminatnya banyak. Dengan program inj saya juga bisa membantu warga atau MBR yang ingin memiliki tempat tinggal,” ungkapnya.

Baca juga:  Properti Melambat, Kinerja Perbankan Terimbas

Sementara pemilik PT Saka Bali I Ketut Sony Sasana, menyampaikan tahun 2019 ada informasi kenaikan Rp 10 juta untuk harga rumah subsidi menjadi 158 juta untuk wilayah Bali. Tahun 2018 harganya Rp 148 juta. “Dengan adanya rumah subsidi ini, untuk calon konsumen saya harapkan lebih hati-hati, jeli dan teliti,” pintanya.

Kata Sony yang juga pengurus DPD REI Bali ini, tiap tahun di Bali ditarget dibangun rumah subsidi 5 ribu unit. Hal ini dilakukan untuk menyukseskan program Rumah Subsidi yang digagas Presiden Joko Widodo. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.