Kambing-kambing bantuan untuk kelompok Barokah yang mati dikubur di areal kandang di Air Anakan, Desa Banyubiru. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Belasan ekor Kambing bantuan yang telah diserahkan ke kelompok ternak mati. Dari informasi yang dihimpun, matinya kambing-kambing yang baru diserahkan itu karena terserang penyakit. Paling banyak di Kelompok Tani Ternak Barokah, Dusun Air Anakan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Di kelompok tersebut dari 44 ekor kambing bantuan, sudah 11 ekor mati dalam sebulan terakhir. Padahal kambing-kambing bantuan ini baru diserahkan beberapa bulan lalu.

Sodikin, salah seorang pengurus Kelompok Tani Ternak Barokah ditemui Senin (17/12) kemarin mengungkapkan dari 10 kandang koloni, hanya dua kandang yang masih steril dari kambing yang mati.

“Selain dua kandang itu, ada saja yang mati. Ciri-cirinya tiba-tiba kambing lemas, lalu malamnya mati,” katanya.

Kambing mati secara bertahap kini tersisa total mencapai 11 ekor kambing. Sejatinya kelompok sudah ada pendampingan dari dokter hewan rutin. Tetapi setelah dirawat ada yang masih bertahan hidup dan ada yang mati. Selanjutnya, kambing-kambing yang mati itu langsung dikubur oleh anggota kelompok di halaman areal kandang.

Sebelum terkena penyakit, satu ekor kambing paling awal karena terjepit rongga kandang dan tempat pakan. Karena lubangnya tidak sesuai dengan tubuh kambing, banyak yang terjepit saat makan. Sehingga oleh kelompok, beberapa bagian kandang koloni lubangnya disesuaikan. Ada yang dilebarkan, ada juga yang direkatkan. Menyesuaikan kepala dan tubuh kambing agar leluasa makan.

Baca juga:  Penuhi Permintaan Ekspor, Pemerintah Bantu Alat Pengolah Beras Merah

Setelah satu ekor mati karena terjepit, baru menyusul beberapa ekor kambing mati seperti terkena penyakit sasap pada ayam.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Sutama dikonfirmasi membenarkan adanya beberapa ekor Kambing bantuan 2018 yang mati. Total ada 15 ekor yang terdata di Dinas, yakni 11 di Kelompok Ternak Banyubiru dan empat ekor lainnya milik dua kelompok di Kecamatan Jembrana. Matinya kambing bantuan ini disebabkan cuaca yang ekstrem.

Untuk belasan ekor yang mati di Air Anakan itu disebabkan penyakit bloat atau perut kembung dampak dari makanan. Sedangkan empat ekor di dua kelompok di Kecamatan Jembrana dipicu diare dan pneumonia.

Menurutnya, kambing-kambing bantuan yang diserahkan beberapa waktu lalu sudah melalui karantina selama seminggu. “Kalau matinya sudah diserahkan sudah menjadi aset kelompok. Tidak bisa diganti dan kita harapkan dipacu dari pengembangbiakan sisanya,” ujar Sutama.

Sekedar diketahui, tahun 2018 ini ratusan kambing jenis PE diserahkan Dinas untuk 13 kelompok yakni 4 kelompok di kecamatan Pekutatan, 3 kelompok di kecamatan Mendoyo dan   masing-masing 2 kelompok  lainnya di kecamatan Jembrana, Negara dan kecamatan Melaya. Setiap kelompok menerima 40 ekor kambing betina dan 4 ekor kambing jantan. Selain menerima bibit kambing, masing-masing kelompok juga diberikan bantuan kandang koloni serta obat-obatan. (surya dharma/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.