Kushindarwito, di dampingi Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Wayan Ringin, di Kelompok USPPKS Dian's Desa Gelgel. (BP/istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kain songket dan endek telah menjadi salah satu produk unggulan Klungkung. Agar tetap bisa bersaing, sebuah produk harus tetap berinovasi, menghasilkan karya yang bisa mengikuti tren, dengan menciptakan motif dan corak yang inovatif dan kreatif sesuai dengan perkembangan zaman.

Intinya, mampu inovatif dengan tidak mengesampingkan kearifan lokal yang ada. Demikian disampaikan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, saat Kelompok USPPKS Dian’s Desa Gelgel, menjadi lokasi Kunjungan Lapangan dan Evaluasi Pemberdayaan Ekonomi Keluarga dari BKKBN Pusat dan Provinsi se-Indonesia, Kamis (29/11).

Dia berharap dalam kunjungan dan evaluasi ini, mampu memberikan daya dorong terhadap kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) lainya. Selain itu, juga meningkatkan pemberdayaan ekonomi keluarga. Bila memungkinkan, dapat tumbuh kelompok-kelompok UPPKS baru sebagai wadah ibu-ibu agar mempunyai pekerjaan sampingan.

“Ke depannya kepada kelompok UPPKS Dian’s yang telah maju berkembang, dapat memberikan inspirasi dan inovasi tersendiri terhadap keberadaan kelompok-kelompok penenun lainya,” kata Suwirta.

Kunjungan dipimpin langsung Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, Kushindarwito. Dia datang ke Klungkung untuk saling mengenal satu sama lain, bertukar pikiran. Agar kader-kader BKKBN Provinsi se-Indonesia, dapat memberikan informasi berkaitkan dengan upaya-upaya pemberdayaan meningkatkan ekonomi keluarga. Tujuannya, supaya dapat meningkat bertahap sesuai tahapanya. Sebab, BKKBN tidak hanya mengurusi Keluarga Berenca dalam arti alat kontrasepsi, tetapi bagaimana kesejahteraan dan ketahanan keluargnya meningkat secara bertahap.

Baca juga:  Kemauan Politik dan Inovasi Bali

Ketua Kelompok UPPKS Dian’s Desa Gelgel I Ketut Murtika, menjelaskan keberadaan kelompok UPKKS Dian’s merupakan salah satu unggulan UPPKS di Klungkung. Bentuk usahanya berupa kerajinan songket dan endek yang keberadaanya dapat memberikan ikon tersendiri terhadap perkembangaan songket dan endek di Bali, yang telah diwarisi secara turun temurun.

Kelompok UPKKS Dian’s pengerajin songket dan endek adalah kerajinan tenun dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang merintis dan mulai belajar nenun pada Tahun 1996. Saat ini, Kelompok UPKKS Dian’s Desa Gelgel kadernya sudah berjumlah 10 orang.

Pada kunjungannya ke Klungkung, Kushindarwito, di dampingi Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Wayan Ringin, menyerahkan bantuan mesin jahit kepada kelompok UPKKS Umanyar, Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan serta kelompok UPKKS Sari Agung, Desa Selat, Kecamatan Klungkung. Dengan bantuan itu, UPKKS lainnya juga bisa berkembang dan memberikan dampak bagi lingkungan rumah tangga di sekitarnya. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.