Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) menghadiri penurunan struktur terumbu karang serangkaian ASET dan BBDF 2018 Rabu (28/11) lalu. (BP/mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Memiliki garis pantai terpanjang di Pulau Bali secara langsung memberikan potensi bagi Buleleng untuk mengelola wisata bahari. Salah satu paket wisata bahari adalah spot penyelaman dengan pemandangan taman terumbu karang yang eksotik. Untuk itu, Pemkab Buleleng di bawah kendali Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan wisata bawah laut di daerahnya.

Tidak saja mengandalkan pemandangan bawah laut yang indah, namun kerja keras kelompok masyarakat yang peduli menjaga kelestarian biota laut menjadi modal untuk merebut prestasi dan penghargaan baik sekala nasional sampai internasional.

Bupati menegaskan hal itu sebelum pembukaan Aksi Seni Tejakula (ASET) dan Buleleng Bali Dive Festifal (BBDF) 2018 di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula Rabu (29/11) malam lalu.

Bukti keseriusan menjaga kelestarian alam bawah laut Bondalem dan sekitarnya, bersamaan dengan pembukaan ASET dan BBDF tahun ini, Bupati bersama tamu undangan menurunkan sebuah struktur terumbu karang berupa patung Bima di tengah laut.

Alasan mengapa Patung Bima karena tokoh pewayangan itu memiliki pilosofi luhur di mana Bima diperintahkan menyelam ke dasar laut mengambil air suci (tirta-red) untuk kesejahtraan hidup manusia. Air suci itu dikenal dengan dengan sebutan Tirta Kamandalu. Pilosofi ini dijadikan pedoman sekaligus kepercayaan dimana dengan semangat bersama mencintai alam terutama taman bawah laut, dapat memberi kemakmuran dan kesejahtraan bagi masyarakat itu sendir.

Baca juga:  Waktu Berakhir, Puluhan Koperasi di Buleleng Tak Gelar RAT

Bupati mengatakan, setelah kawasan taman terumbu karang di Desa Pemuteran, ecamatan Gerokgak, potensi yang sama juga mulai menggeliat di kawasan Desa Bondalem dan Desa Tejakula. Tidak saja jenis taman terumbu karang yang sama dengan di Pemuteran, tetapi taman terumbu karang di timur Buleleng itu keindahannya tergolong sangat baik dibandingkan dengan potensi serupa di daerah lain.  “Selain di Pemuteran kita punya potensi yang sama di Bondalem dan Tejakula. Potensi ini kita terus dorong, sehingga memberi manfaat positif untuk lingkungan dan mendatangkan kesejahtraan masyarakat,” katanya.

Menurut Bupati, keberhasilan pengembangan wisata bahari Bondalem tidak bisa dipissahkan berkat kerja keras dan kemauan aparat desa, tokoh masyarakat, dan masyarakat. Bupati mengaku bangga atas kepedulian dan kesadaran warga menjaga kelestarian bawah laut di Desa Bondalem dan menjadikan potensi itu sebagai modal pengembangan industri pariwisata di Den Bukit. “Dengan konsep membangun bersama masyarakat sudah terbukti seperti dengan kesadaran menjaga kelestarian laut, sekarang warga sudah bisa mengelola potensi untuk untuk daya tarik wisata dan ini saya yakin akan meningkatkan kesejahtraan masyarakat,” jelasnya. (mudiarta/balipost)

 

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.