Portal dan bendera merah putih dipasang di tengah jalan nasional Denpasar-Gilimanuk tepatnya di Sebual, Jembrana. Warga sengaja memasang lantaran jalan terus berlubang dan mengakibatkan korban pengendara motor terjatuh. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Akibat berulangkali menyebabkan korban kecelakaan, sejumlah warga memasang portal dan bendera merah putih di tengah jalan Denpasar-Gilimanuk, Sebual, Desa Dangintukadaya, kecamatan  Jembrana, Selasa (13/11).

Pemasangan ini dilakukan selain sebagai penanda jalan rusak, juga bentuk protes jalan nasional yang sering rusak. Khususnya di titik jembatan Sebual itu. Sudah banyak korban pengguna jalan yang terjatuh karena jalan rusak di ujung jembatan itu. Padahal juga sudah beberapa kali diperbaiki namun hanya pemeliharaan dengan menambal.

Sejumlah warga yang ditemui Rabu (14/11) mengungkapkan sebelum dipasangi tanda peringatan itu beberapa kali penggendara sepeda motor jatuh. “Sehari ini sudah ada tiga pemotor yang jatuh, jalannya rusak di tengah,” ujar salah seorang warga.

Agar tak kembali menelan korban pengendara jatuh, warga sengaja memasang portal water barrier dan dipasang bendera Merah Putih. Mereka berharap agar jalan rusak itu segera diperbaiki dan jangan hanya ditambal yang ujungnya rusak lagi. “Ini kan bekas tambalan yang kemarin, sekarang hujan lagi rusak,” ujar Gus Demian, salah seorang pengendara motor yang sering melewati jalan tersebut.

Padahal jalan yang rusak ini baru beberapa bulan ditambal. Situasi jalan yang rusak ini berada di jalur lurus tanpa hambatan. Sehingga pengendara motor sering mengendarai dengan kecepatan tinggi dan tidak tahu di tengah jalan ada jalan berlubang. Bahkan sebelumnya muncul gundukan aspal yang rusak di tengah jalan arah Denpasar itu.

Baca juga:  Perayaan Ultah PDIP, Koster Kibarkan Bendera PDIP Dipasupati

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 03, Cekik-Batas Kota Tabanan pada Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah III, Gede Agus Punarta dikonfirmasi kemarin mengaku segera menindaklanjuti jalan rusak di Sebual tersebut dengan pemeliharaan jalan. “Kontraktor hari ini sudah mau perbaiki dan bawakan aspal, kemarin sempat kita rekon,” tandasnya.

Diakui memang titik jalan di jembatan Sebual ini sering terjadi kerusakan, karena itu dilakukan pengecekan sebelumnya. “Mungkin dulu di dalamnya ada airnya, karena itu kita lihat dulu. Infonya jalan ini dulu merupakan pelebaran jembatan,” tambah Punarta. Diduga karena ada air inilah yang mengakibatkan jalan tersebut sering pecah ketika usai diperbaiki. Namun perbaikan menurutnya masih seperti sebelumnya yakni pemeliharaan rutin. BPJN menindaklanjuti agar jalan tidak berlubang seperti sekarang ini. (surya dharma/balippost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.