Petir
Ilustrasi. (BP/dok)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Seorang anak berumur 4,5 tahun tewas tenggelam di Kolam Renang Mongkey Bar Bella Kita, di Banjar Kanginan Desa Besan Kecamatan Dawan, Minggu (11/11). Dia adalah Putu Mahayasa, asal Banjar Anyar Padangsambian, Denpasar. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas I Dawan. Tetapi nahas, nyawanya tak terselamatkan.

Kapolsek Dawan, AKP Kadek Suadnyana, menyampaikan sebagaimana hasil keterangan saksi-saksi, korban datang bersama orangtuanya, I Made. Budanayasa (36). Ayahnya ini adalah seorang anggota Polri. Mereka datang bersama 13 orang lainnya, untuk menikmati suasana di Mongkey Bar Bella Kita. Selang beberapa menit kemudian korban bersama orang tuanya mandi di Kolam Selang.

Namun, saat ibunya berupaya meminta handuk kepada karyawan Mongkey Bar, tiba-tiba dia mendengar teriakan bahwa ada anak kecil tenggelam di kolam setempat. Orangtuanya kaget, rupanya dia adalah anak kesayangannya. Melihat kondisi korban sudah lemas, korban sempat diberikan pertolongan oleh seorang bule. Namun, tidak ada perubahan berarti pada kondisi Mahayana. Melihat situasi memburuk, korban bergegas dilarikan ke UPT Puskesmas Dawan 1 oleh pihak saksi Ni Putu Febriana Sari (20) karyawati Mongkey Bar, bersama Ni Komang Suarminiasih (28). “Saat dilarikan ke Puskesmas Dawan 1, kondisi korban sudah lemas dan tak sadarkan diri,” kata Kapolsek.

Baca juga:  Antisipasi Libur Lebaran, Stok Obat Diperbanyak

Sekitar pukul 16.15 wita, korban tiba di UPT Puskesmas Dawan I. Dia langsung ditangani oleh tenaga medis untuk mendapatkan perawatan serius. Namun menurut keterangan Kepala UPT Puskesmas Dawan 1 Ida Ayu Sri Handayani, menyatakan bahwa korban sampai di Puskesmas sudah tidak sadarkan diri. Hasil observasi tenaga medis memperlihatkan ada ruam biru di wajah, keluar cairan dan nasi. Akhirnya, pihak Puskesmas Dawan I menyatakan korban sudah meninggal dunia.

Kapolsek Kadek Suadnyana berharap agar, berhati-hati ketika mengajak anak-anak berlibur ke kolam renang. Pada saat seperti itu, mereka harus mendapat pengawasan ketat. Dia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. (bagiarta/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.