Petugas dinas kesehatan Bangli melakukan fogging di areal kantor bupati Bangli. (BP/Dokumen)

BANGLI, BALIPOST.com – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merebak di Bangli sejak awal 2024. Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli mencatat ada sebanyak 459 warga yang terjangkit DBD sepanjang Januari hingga April. Sementara itu, untuk mendeteksi kasus DBD dengan cepat, Dinas Kesehatan Bangli telah mendistribusikan alat rapid tes di masing-masing puskesmas.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Bangli, jumlah kasus DBD di Bangli dalam empat bulan terakhir terus mengalami peningkatan. Pada bulan Januari kasus DBD tercatat sebanyak 34 kasus. Kemudian pada Februari jumlah kasus meningkat yakni 53 kasus. Pada Maret ada 147 kasus dan jumlah kasus tertinggi terjadi pada April sebanyak 225 kasus.

Baca juga:  Pembangunan Bidang Kesehatan, Pemkab Karangasem Bangun Puskesmas Rawat Inap dan Layanan AJP

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli I Nyoman Sudarma, Rabu (15/5) kembali mengimbau masyarakat untuk selalu mewaspadai penyakit DBD dengan melakukan upaya-upaya pencegahan. Salah satunya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di wilayah tempat tinggal masing-masing. “Yang paling efektif adalah dengan melakukan PSN di wilayah tempat tinggal. Kalau untuk abatisasi dan fogging itu kan dari jajaran Dinas Kesehatan yang melakukan,” kata Sudarma.

Baca juga:  Puluhan Warga Badung Terjangkit DBD

Diungkapkan bahwa untuk mendeteksi penyakit DBD dengan cepat, Dinas Kesehatan Bangli telah mendistrubusikan alat rapid tes di masing-masing puskesmas. Alat tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang diberikan melalui Pemerintah Provinsi Bali. “Dengan alat tersebut biasanya hari pertama hingga ketiga demam, bisa dideteksi,” ungkapnya.

Jika hasil tes dinyatakan suspek, nantinya akan dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyakit yang diderita.  “Karena tidak selalu orang sakit dengan gejala demam, jatuhnya demam berdarah. Bisa juga karena tipes,” ujarnya. Dengan dilakukan deteksi dini diharapkan dapat menekan risiko fatal dari penyakit DBD.

Baca juga:  Dari Dokter hingga Petugas Kebersihan Positif COVID-19, Puskesmas di Denpasar Ini Tutup

Sementara itu Kepala TU gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli Agung Widya Wisanti, mengatakan alat rapid tes DBD tersebut sudah didatangkan dari Pemerintah Provinsi November 2022 lalu. Jumlahnya mencapai 5000. Oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli alat tersebut selanjutnya didistribusikan ke puskesmas dan rumah sakit. Meski sudah lama didatangkan, namun alat itu baru marak terpakai tahun ini, karena merebaknya penyakit DBD di Bangli. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN