Hamdani. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pelantikan gubernur dan wakil gubernur Bali terpilih masih akan dilanjutkan dengan acara serah terima jabatan di Ruang Sidang Utama, DPRD Bali, Sabtu (8/9). Serah terima jabatan juga dirangkai dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Bali dengan agenda Pidato Gubernur Bali 2018-2023.

Praktis setelah acara tersebut, Penjabat Gubernur Bali, Hamdani mengakhiri masa tugasnya yang cukup singkat. Yakni hanya 10 hari sejak dilantik pada 29 Agustus lalu untuk menggantikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang sebelumnya bertugas selama 10 tahun.

Disela-sela kunjungannya ke Puri Kesiman Denpasar, Selasa (4/9) kemarin, Hamdani mengaku akan menghadiri upacara pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih di Istana Negara. Pihaknya juga sudah membuat undangan kepada Menteri Dalam Negeri agar hadir atau menugaskan pejabat untuk menyaksikan proses serah terima jabatan di DPRD Bali.

Pascadilantik menjadi penjabat, Hamdani yang memiliki keahlian di bidang tata kelola pemerintahan dan keuangan sebetulnya telah bergerak cepat untuk segera menuntaskan rancangan APBD Perubahan 2018 dan rancangan APBD 2019. “Dari pertama, itu yang saya perhatikan. Saya tidak ingin APBD Bali ini apakah APBD Perubahan 2018 ataupun APBD murni 2019 itu terlambat,” ujarnya.

Baca juga:  India Tawarkan Beasiswa Pendidikan untuk Bali

Hamdani menargetkan rancangan APBD Perubahan 2018 sudah diketok palu saat pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih yang awalnya diagendakan 17 September. Sebab, APBD Perubahan sudah harus dieksekusi mulai 1 Oktober.

Lantaran pelantikan dimajukan oleh presiden, pihaknya mendorong agar Koster-Ace yang nanti menyelesaikan itu. “Saya berharap jangan lewat dari minggu kedua. Jadi, minggu depan itu secara simultan, Pak Wayan Koster disamping menyampaikan APBD Perubahan 2018 sekaligus menyampaikan rancangan APBD murni 2019,” imbuhnya.

Hamdani mengaku sudah menyiapkan beberapa catatan dan PR yang akan disampaikan kepada gubernur terpilih. Selama beberapa hari terakhir memimpin Bali, dirinya sangat terkesan karena didukung penuh oleh jajaran Pemprov. Terlebih, Staf Ahli Menteri ini juga belajar banyak tentang budaya Bali, disamping melaksanakan tugas yang berkaitan dengan aspek birokrasi. “Secara cultural, saya bisa belajar banyak. Makanya saya mengajak sembahyang ke Pura Besakih, Batur, dan Uluwatu. Kemudian berkunjung ke Puri Kesiman, sehingga saya betul-betul merasa sebagai orang Bali. Walaupun saya tidak dilahirkan dari rahim jagat Bali,” tandasnya. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.