Evakuasi wisatawan. (BP/wan)

DENPASAR, BALIPOST.com – Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB) yang merupakan gabungan orang – orang pariwisata ikut turun tangan dalam membantu mengevakuasi wisatawan mancanegara (wisman) yang terdampak gempa Minggu (5/8).

Bounty Cruise di bawah pimpinan I Gede Wirata sebagai motor penggerak gerakan ini, bergerak cepat menghimpun komponen pariwisata untuk mengcover masalah ini.

Sebelumnya Bounty Cruise dengan kapasitas 600 penumpang, Patagonia dengan kapasitas 180 -190 orang, Eka Jaya berkapasitas 200 orang dan dua kapal milik Pelni yang masing – masing berkapasitas 86 dan 180 penumpang mengevakuasi wisatawan dari Gili ke Bali.

Selain di evakuasi dari Gili ke Bali, wisatawan juga disediakan konsumsi. Sesampainya di Pelabuhan Benoa, wisatawan juga disiapkan transportasi gratis untuk di-drop di hotel. Semua transportasi itu disumbangkan oleh komponen AMPB. Ada dari Star Tour, Asia Tour, Penjor Tour, TMS, Pemprov Bali, Asia Collection, Mason Adventures, Merrys Tour, Windys Tour, Excellent Holiday, Pro Bali,dll. Untuk akomodasi pun, wisatawan diberikan special price.

Ketua AMPB Gusti Kade Sutawa membeberkan, AMPB yang terbentuk sejak peristiwa bom Bali menyadari pariwisata sangat penting sehingga harus dijaga keberlangsungannya (sustainable tourism). AMPB bersama komponen pariwisata yang lain bahu membahu ketika ada masalah seperti gempa di Lombok untuk mengevakuasi wisatawan dari Gili sampai Bali. “Kita turun juga dengan Karo Umum Pemprov,” imbuhnya.

Baca juga:  Kedatangan di Bandara Sudah Meningkat, Okupansi Akomodasi Pariwisata Masih Rendah

AMPB yang dulu bernama Pokja Pemulihan Pariwisata Bali bergerak di bidang sosial. Yang tergabung adalah orang – orang pariwisata, tanpa membawa badan atau lembaga pariwisatanya. Sehingga mereka betul – betul bergerak karena rasa kepedulian yang tinggi. Ia ingin tamu yang datang ke Bali merasa terlayani dan nyaman meskipun bencana terjadi di Lombok. “Semua pariwisata Indonesia kita harus peduli tidak hanya Bali. Meskipun terjadi di Lombok, kita di Bali layani dengan baik, fasilitasnya,” cetusnya.

Ia ingin jika ada masalah seperti ini lebih banyak orang peduli sehingga akan lebih ringan. Tidak hanya pekerjaan dan tanggung jawab pemerintah, tapi semua pihak diharapkan ikut berkontribusi. Jangan sampai tamu merasa ditelantarkan. “Kita ingin pariwisata Bali ini betul – betul dikelola secara profesional, semua bersatu demi pariwisata Bali ke depan lebih baik,” pungkasnya. Tanpa pelayanan yang baik saat krisis ini, tidak mungkin Bali akan bisa bertahan ke depan. Sehingga sustainable tourism, pariwisata yang berkelanjutan dapat terwujud. Untuk mewujudkan ini semua unsur stakeholder harus terlibat.(citta maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.