Prajurit Kopassus TNI AD yang akan terlibat operasi evakuasi pendaki korban terdampak gempa Lombok tiba di Lombok International Airport (LIA), Praya, Lombok Tengah Senin (30/7). (BP/kmb)

MATARAM, BALIPOST.com – Sebanyak 140 prajurit Kopassus terjun ke Sembalun, Lombok Timur dalam operasi SAR. Pasukan elit TNI AD itu akan mengevakuasi ratusan pendaki yang terjebak akibat gempa 6,4 SR yang mengguncang Lombok Timur, Minggu (29/7) pagi lalu.

Komandan Korem 162/Wira Bhakti, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani,menyebutkan personel Kopassus TNI AD dikerahkan dari Cijantung, Jakarta Timur. “Mereka akan naik ke sasaran tempat para korban terjebak”, ujarnya, Senin (30/7).

Dia mengatakan, evakuasi pendaki membutuhkan waktu hampir satu hari. Jalur pendakian di beberapa titik tertutup longsoran akibat guncangan 6,4 SR yang berpusat 28 km dari Lombok Timur itu.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Sudiyono, mengatakan sekitar 560 orang pendaki yang masih berada di kawasan Gunung Rinjani. “Bisa dibilang mereka ini terjebak. Jalur pendakian ada yang tertutup longsoran. Maka tim ini nanti akan memandu mereka turun,” ujarnya.

Baca juga:  Ini, Diterapkan TNI AD Merealisasikan Prinsip Kesetaraan

Operasi evakuasi pendaki sudah dimulai Senin (30/7) sekitar pukul 08.00 Wita. personel gabungan TNI, Polisi, SAR, Poster dan Paramedis melakukan pendakian penyelamatan korban baik di Danau Segara Anak maupun di titik Batu Ceper, Jalur pendakian Senaru. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.