Presiden Jokowi memberikan keterangan pers. (BP/dok)

JAKARTA, BALIPOST.com – Presiden Joko Widodo mengatakan hingga saat ini, belum ada satu nama definitif sebagai calon wakil presiden yang akan mendampinginya untuk dalam Pilpres 2019. Yang pasti menurut petahana calon presiden ini, menggarisbawahi pentingnya keseriusan dalam melakukan kerjasama.

“Jadi masih ada kesempatan. Kalau ingin bersaing masih ada kesempatan. Seminggu, dua minggu ini kita putuskan. Silakan bersaing dalam waktu seminggu, dua minggu ini,” sebut Presiden Jokowi dalam sambutannya pada Peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-20 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu malam (22/7).

Iapun mengaitkan contoh keseriusan kerjasama tersebut saat melaksanakan kegiatannya selama berada di Palembang, Provinsi Sumatra Selatan bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) beberapa waktu lalu. Jokowi bercerita, saat meninjau persiapan sejumlah venue Asian Games, keduanya mencoba sejumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan, salah satunya adalah mendayung. “Banyak yang mengartikan bahwa berdayung berdua itu adalah, ya memang namanya mendayung, memang harus bekerja sama. Kalau yang satu mendayung ke sini, yang satu ke sana, ya karam perahunya,” katanya.

Saat berada di Palembang, Cak Imin sendiri telah menunjukkan keseriusannya untuk bekerja sama menyukseskan program pembangunan pemerintah. “Jelas bahwa kita telah bekerja sama. Dalam dunia usaha yang namanya bekerja sama itu ya Join. Ya memang itu, yang namanya bekerja sama ya Join,” ucap Jokowi dengan nada bercanda dan disambut riuh tepuk tangan.

Di penghujung sambutannya, Presiden kembali berkelakar. Kali ini, Kepala Negara menyinggung soal tiga tim yang menjadi juara pada Piala Dunia lalu. “Coba lihat saja final Piala Dunia minggu lalu. Pemenangnya adalah Prancis, Kroasia, dan Belgia. PKB = Prancis, Kroasia, Belgia. Artinya ya diartikan sendiri,” tandasnya.

Baca juga:  Pelukan antar Elit Politik Dapat Hadang Hoax dan Fitnah

Kedewasaan Berpolitik
Lebih jauh, Presiden Jokowi mengatakan sebagai politisi, ia berharap agar keberagaman dan persatuan yang ada tetap dijunjung tinggi menjelang pesta demokrasi Pemilu 2019. Kepala Negara tidak ingin persaudaraan sebangsa dan se-Tanah Air luntur hanya karena perbedaan pandangan politik.

“Inilah yang sering kita lupa apalagi elite-elite politik baik di daerah, kota, kabupaten, provinsi, maupun nasional bahwa kita ini dilihat oleh rakyat. Jangan sampai energi kita habis gara-gara saling mencela, mencemooh, dan memaki di antara kita sebagai saudara sebangsa dan se-Tanah Air,” ujarnya.

Keberagaman dan persatuan merupakan aset terpenting yang dimiliki bangsa Indonesia. Oleh karena itu, aset yang menjadi kekuatan besar bangsa ini hendaknya dirawat dan dipelihara bersama.

Menurutnya, sudah menjadi tugas bersama untuk memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat dalam tiap kesempatan. Masyarakat pun akan semakin dewasa dalam menentukan sikap politiknya apabila para politisi yang bersaing tetap mengedepankan dan menunjukkan sikap kedewasaan berpolitik kepada masyarakat. “Gara-gara apa? Para politisi kita tidak memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat agar kedewasaan dalam berpolitik semakin baik,” ujarnya.

Sosok yang telah merasakan kompetisi politik sejak tingkatan wali kota ini mengaku sering merasa sedih ketika melihat sekelompok orang yang menjelekkan sekelompok lainnya hanya karena berbeda pemahaman dan pandangan politik. Padahal menurutnya, dalam bermasyarakat, kita sudah memiliki norma-norma agama, budaya, dan etika yang kesemuanya tak menghendaki perselisihan. “Tetapi kalau kita sudah mengartikan kebebasan berekspresi dan berpendapat itu asal ngomong dibolehkan, ya akan berbeda hasilnya,” ucap Presiden Jokowi. (Hardianto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.