DENPASAR, BALIPOST.com – Anantara Music and Dance Institutions Dubai mempersembahkan seni tari klasik India berjudul “Prakruthi Dhwani (Beats of Nature)” di Wantilan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali, Denpasar, Sabtu (21/7) sore. Pentas seni “Prakruthi Dhwani” musim 3 ini didukung penuh dari kolaborasi apik Indian Association Bali (IAB) dengan Paiketan Krama Bali.

Acara kali ini menampilkan 30 orang penari dari Dubai yang berkunjung ke Pulau Dewata. Tarian Klasik India ini juga akan ditampilkan di Surabaya dan Jakarta pada 26 dan 29 Juli mendatang.

Presiden IAB Sonia Kaur mengatakan, tari klasik India “Prakruthi Dhwani” yang menceritakan tentang Dewa Hanuman, Rama dan Krishna dipersembahkan khusus kepada masyarakat Bali. Perhelatan ini merupakan kerjasama IAB dengan Paiketan Krama Bali yang kedua kalinya dalam event kultural sebagai upaya untuk meningkatkan hubungan antarkedua negara.

Mengingat kesenian Bali di Indonesia dan India memiliki banyak kesamaan, bahkan cerita-ceritanya sebagian besar diambil dari kisah Ramayana dan Mahabrata. Selain mempererat hubungan antara India dan Bali yang mempunyai persamaan kultural dan religi bisa lebih menyatukan antara sesama umat Hindu.

Ajang ini ikut serta memberikan andil dalam mempromosi pariwisata yang efektif dan tepat sasaran. “Program ini kita tujukan juga untuk lebih membawa menginternasionalkan Bali, baik dari segi pariwisata maupun menjadi destinasi acara taraf Internasional. Terutama dengan slogan Bali aman untuk travel,” jelasnya.

Selain mempersembahkan tarian klasik India, pihaknya juga melalukan workshop tarian di dua lokasi, yakni Singaraja dan Ubud. Setelahnya itu, mereka akan mengunjungi beberapa objek wisata di Bali selama lima hari. “Nantinya mereka akan membawa cerita dan pengalaman menarik selama berkunjung di Bali kepada teman-temannya maupun sanak keluarganya,”ujar Sonia Kaur disela-sela pertunjukkan.

Baca juga:  Jurus WIN Way Ditebar Kemenpar di UEA

Sementara itu, Artistic Director of Anantara Institutions Dubai, Vimmi Bagavade Eswar menambahkan, penampilan tari-tarian yang dipersembahkan dibagi menjadi tiga pertunjukan yang berbeda dengan kostum yang spesial. Hal ini dilakukan untuk pertukaran kebudayaan, sehingga bisa terlihat perbedaan antara tarian Bali dan India untuk tarian yang sama.

Ketiga tarian itu, diantaranya Tari Puspanjali sebagai bentuk persembahan doa dan bunga kepada dewa-dewa. Lagu ini merupakan pujian kepada Dewa Ganesha, Dewa Siwa, Sang Maha Tari, Guru, Kelompok Musik, dan para penonton.

Tarian kedua, yaitu Tari Kandein Kandein yang menceritakan Sang Rama sedang menunggu berita baik tentang Sita dari Hanuman. Sebagai bhakta yang sempurna untuk tuannya, Hanuman menyampaikan berita itu dengan kata-kata yang baik dan indah.

Dalam tarian ini Sang Hanuman menggunakan keindahan bahasa “Sangam Tamil” yang hebat dengan mengedepankan kata-kata “kandein kandein Kandein Sitayai” dan tiga kali diucapkan dengan jiwa kemenangan. Keindahan bahasa yang digunakan membuat Sang Rama memahami pesan positif yang diberikan.

Tarian ketiga yang ditampilkan, yaitu Tari Srer Krishna Thulabharam. Tarian ini mengisahkan tentang Shri Krishna dan dua istrinya, Satya Bhama dan Rukmini yang mengedepankan pentingnya pengabdian. (Winatha/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.