DENPASAR, BALIPOST.com – Tim Resmob Polresta Denpasar meringkus residivis asal Salatiga Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar), Samarudin alias Udin (24) ditangkap di Jalan Patimura, Kuta, Kamis (3/5). Karena melawan, polisi terpaksa menembak kaki pelaku.

Hasil interogasi, dia beraksi di 7 TKP dominan restoran dengan kerugian sekitar ratusan juta rupiah. “Pelaku ini merupakan residivis kasus curanmor di kampungnya. Dia tinggal di Kuta sudah sebulan. Awalnya pelaku mengaku dalam rangka liburan dan ternyata melakukan pencurian,” kata Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana, didampingi Wakasatreskrim AKP Gusti Made Sudarma Putra, Senin (7/5).

Awalnya Polresta menerima laporan kasus pencurian di Kantor Uang-uang Restoran di Jalan Setiabudi, Kuta, dengan kerugian Rp 94,4 juta, Toko Keramik Art On The Table di Jalan Sunset Road, Seminyak, Kuta, dengan kerugian Rp 3,4 juta dan Apotek Kimia Farma di Jalan Raya Sunset Road, Seminyak Kuta, kerugian Rp 4,9 juta. Selain itu, kasus pencurian juga terjadi di Restaurant Sushi Hana di Jalana Sunset Road, Kuta, dengan kerugian Rp 50 juta, Starbucks di Jalan Bypass Ngurah Rai, Kuta, dengan kerugian Rp 10 juta, di Jalan Mandala IV, Tuban, Kuta, kerugian Rp 19 juta dan area Hai Long Restaurant di Jalan Raya Kuta, dengan kerugian Rp 50 juta.

Setelah menerima laporan kasus itu dan melakukan olah TKP, polisi mengantongi ciri-ciri pelaku. Akhirnya pelaku terlacak dan berhasil dibekuk di Jalan Patimura, Kuta. “Barang yang disasar uang, HP dan laptop. Pelaku khusus menyasar laci kasir restoran. Uang hasil kejahatan tersebut dipakai beli sepeda motor, bayar utang, ditransfer kepada istrinya dan biaya hidup di Bali,” ungkapnya.

Menurut Wakapolresta asal Tabanan ini, pelaku tiba di Bali 1 April lalu dan kos di Jalan Mataram Gang Sentul, Kuta. Selanjutnya pelaku menyewa sepeda motor Honda Vario digunakan untuk melakukan pencurian dan berbekal dua obeng. “Kasus ini masih dikembangkan, siapa tahu pelaku beraksi di tempat lain. Kami mengimbau agar pengelola restoran pasang CCTV dan menyimpan uang di tempat paling aman misalnya brankas,” pinta Artana. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.