I Made Oka Susana didampingi kepala SMKN 1 Negara Putu Wardana. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – I Made Oka Susana salah satu siswa SMK Negeri 1 Negara asal Desa Perancak, Kecamatan Jembrana tak menyangka bisa meraih nilai ranking II tertinggi se-Bali saat Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Dua dari empat mata pelajaran bahkan mendapatkan nilai sempurna 100, yakni Matematika dan Produktif.

Oka sejak duduk di kelas X, alumni SMP Negeri 5 Negara ini memang berprestasi. Terutama dalam bidang pelajaran Matematika, Bahasa Inggris dan program Akuntansi yang ditekuninya.

Anak kedua dari dua bersaudara ini mengaku puas dengan hasil nilai UNBK yang diperolehnya itu. Usahanya tekun belajar setiap hari, membuahkan prestasi yang memang yakin bisa diraihnya. “Setiap hari saya biasa belajar lima jam. Menjelang UN, saya tambah (belajar) sampai enam jam dengan kawan-kawan (belajar kelompok) di rumah. Saling tukar ilmu membahas soal,” ujar Oka.

Oka dan kelompok belajarnya, juga memanfaatkan teknologi internet untuk mengunduh sejumlah soal-soal dan pembahasan UN. Dan menurutnya, hampir sebagian besar soal yang dikerjakan saat UN itu hampir mirip. “Saya sangat bersyukur (mendapatkan ranking UN), orangtua mendukung, pak Kepala Sekolah dan guru, yang selalu membimbing dan mengumpulkan kami dalam mempersiapkan UN. Cukup puas dengan hasil ini dan bangga sekolah di sini (SMKN 1 Negara),” tambah penggemar lagu pop Bali ini.

Tetapi dibalik prestasi yang dicapainya itu, setelah lulus nanti, Oka ternyata tidak berkeinginan melanjutkan jenjang ke Perguruan Tinggi. Oka justru ingin langsung bekerja di Kapal Pesiar agar dapat mengumpulkan uang. Setelah dirasa cukup memiliki uang, ia baru ingin melanjutkan studinya. “Cita-cita saya ingin jadi dosen Bahasa Inggris. Nanti kalau sudah dari pesiar, baru saya lanjutkan (kuliah),” tambah siswa periang itu.

Anak pasangan suami istri I Ketut Yarnata (45) dan Ni Ketut Rameyani (44) ini beralasan langsung bekerja karena merasa kondisi perekenomian keluarganya yang merupakan keluarga nelayan pas-pasan. Ayahnya yang bekerja sebagai nelayan jukung, mengandalkan tangkapan yang tidak menentu. Begitu juga ibunya yang bekerja buruh di pabrik sambuk kelapa. “Sebenarnya pelajaran yang saya senangi Bahasa Inggris, karena itu saya ingin jadi Dosen Bahasa Inggris,” ujar Oka.

Baca juga:  Hari Pertama UNBK SMA, Sekolah Sewa Komputer Demi Kelancaran UN

Sehari-hari, sebagaimana keluarga nelayan, Oka juga sering membantu ayahnya melaut mencari ikan maupun saat berlabuh ke daratan. Saat menunggu ayahnya pulang melaut di pinggir pantai Perancak, Oka mengisi waktu dengan membaca dan belajar.

Selain berprestasi di akademik, Oka juga memiliki bakat menyanyi pop Bali dan gamelan Jegog. Dalam dunia tarik suara, siswa berpenampilan sederhana ini pernah meraih juara II dalam lomba Karaoke Pop Bali tingkat Kabupaten Jembrana. Begitu pula, dalam berkesenian Bali ia memiliki bakat dalam menggamel Jegog dengan bergabung dalam Sekaa Jegog Maru Swara.

Kepala SMKN 1 Negara, Putu Wardana mengungkapkan Oka merupakan salah satu siswa berprestasi di sekolah. Sebenarnya sekolah berharap dengan kecerdasan yang dimiliki siswanya itu, bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dengan beasiswa.

Namun keinginan siswa tersebut lain yakni minat di bidang bahasa asing. Sejak masuk di SMKN 1 Negara, Oka merupakan satu diantara beberapa siswa lainnya yang berprestasi akademik. Terutama dalam bidang mata pelajaran Matematika dan program Akuntansi. Oka juga sering mewakili SMK N 1 Negara dalam lomba-lomba seperti Olimpiade Matematika Undiksa belum lama ini.

Prestasi ranking UN yang didapatkan salah satu siswa SMKN 1 Negara ini menjadi harapan di saat rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) SMK di Jembrana tahun ini mengalami kemerosotan. Kabupaten Jembrana untuk rata-rata nilai SMK tahun ini berada di peringkat paling bawah diantara Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Bali. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.