JAKARTA, BALIPOST.com – Menteri Sosial (Mensos), Idrus Marham, melepas 20 orang pendamping Komunitas Adat Terpencil (KAT) dari kalangan profesional ke daerah-daerah yang memiliki komunitas adat terpencil. “Mereka adalah kader mili­tan bangsa yang akan membuk­tikan daerah-daerah terpencil de­ngan kehadirannya akan diberikan warna, kembangkan sedemikian rupa, tumbuh sebagai masyarakat yang sama dengan yang lain dan mampu bersaing,” kata Mensos.

Pendamping profesional memiliki tugas untuk memberikan pendampingan pemberdayaan KAT dalam upaya memenuhi hak-hak dasar masyarakat terpencil. “Mereka akan bertugas mendampingi KAT selama delapan bulan ke de­pan,” tambah Idrus.

Mensos mengatakan, salah satu visi Nawacita adalah membangun Indonesia dari pinggiran, membangun Indonesia dari daerah-daerah terpencil, membangun daerah dari perbatasan.

Baca juga:  Mensos Optimis Pemerintah Turunkan Angka Kemiskinan Jadi 9 Persen

“Karena itu yang menjadi tanggung jawab Kemensos yaitu daerah terpencil, perbatasan, tertinggal dijadikan sebagai pemicu bagi seluruh Indonesia, bahwa makna membangun Indonesia dari daerah terpencil itu adalah bagaimana percepatan pembangunan sehingga hasil-hasil pembangunan dapat dinikmati di seluruh Indonesia,” katanya.

Kedua, membangun Indonesia dari pinggiran juga dimaknai bagaimana agar pemerataan pembangunan bisa dirasakan di seluruh daerah.

“Ini sekaligus supaya tidak ada sentalistik dalam pembangunan, hanya di Jakarta, di Jawa. Kita ingin ada di Papua, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, semua ini harus dibuktikan,” tambah Mensos. (kmb/balitv)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.