Megawati dan Jokowi saat berada di Istana Batu Tulis. (BP/ist)

BOGOR, BALIPOST.com – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menggelar pertemuan rutin dengan Presiden Joko Widodo di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/2) malam. Pertemuan di Istana yang desain arsitekturnya dari Bung Karno ini membahas topik-topik strategis.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang mendampingi Megawati pada pertemuan tersebut menjelaskan, berbagai masalah nasional dan internasional menjadi topik bahasan kedua tokoh tersebut. “Istana Batu Tulis menjadi saksi sejarah dialog kedua pemimpin. Ibu Megawati Soekarnoputri dan Bapak Jokowi, secara periodik meluangkan waktu untuk bertemu. Beliau berdua saling update terhadap berbagai persoalan nasional dan internasional,” kata Hasto.

Istana Batu Tulis diyakini Hasto menjadi tempat favorit Megawati dan Jokowi dalam menggelar pertemuan rutin keduanya karena tampilan estetika arsitektur bangunannya yang bergaya nusantara, dipadukan dengan kontur alam kota Bogor penuh dengan pepohonan dan tanaman bunga. “Ini menambah asri bangunan yang kental dengan nuansa kepribadian bangsa,” kata Hasto.

Baca juga:  Vote Dipimpin Jokowi, #VideoIndonesiaKeren Jawara di UNWTO Tourism Video Competition

Suasana di Istana Batu Tulis yang tenang dan sejuk diyakini Hasto memberi energi positif Megawati dan Jokowi. Sehingga mengalirkan pemikiran-pemikiran jernih dari keduanya tentang solusi menghadapi berbagai persoalan bangsa dan negara. “Istana Batu Tulis sangat cocok untuk melakukan kontemplasi, apalagi terlepas dari berbagai hiruk pikuk isu politik di Jakarta. Apa yang dibahas adalah kepentingan dan komitmen untuk kemajuan Indonesia Raya,” ujarnya.

Untuk menu makan malam pada pertemuan itu, Megawati menyiapkan menu khusus ciri khas kuliner nusantara, seperti nasi jambal, ayam bakar balado, gurame bakar, sate ayam, buncis sambal terasi, tumis kangkung dan kerupuk serta nasi goreng pete khas Batu Tulis. “Kami semua makan dengan lahap. Ibu Mega dan Pak Jokowi dengan nasi jambalnya, lengkap dengan sate ayam penambah sedap rasa, hingga tidak terasa habislah sepiring nasi jambal penuh aroma bumbu nusantara,” ungkap Hasto. (Hardianto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.