GIANYAR, BALIPOST.com – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), I Ketut Artawa membantah pernyataan Ketua Komisi I DPRD Gianyar, Ngakan Ketut Putra terkait seleksi Sekda Gianyar. Ngakan Ketut Putra menyebut adanya keterlibatan 2 Aparatur Sipil Negara (ASN) Gianyar dalam proses seleksi Sekda Gianyar yang dikatakannya telah mengotori hasil seleksi tersebut.

“Tidak benar bahwa 2 ASN tersebut turut campur dalam seleksi Sekda, jangankan mereka, saya saja tidak boleh mencampuri seleksi tersebut. Itu kewenangan penuh Pansel,” tegas Artawa.

Dalam proses seleksi hingga hasil akhir, Artawa mengatakan dikawal oleh Komisioner KASN, ombudsman, dan Kemendagri. “Mereka hadir saat seleksi, proses seleksi hingga penentuan hasil, murni oleh Pansel,” ungkap Artawa.

Dituturkannya, memang benar pihaknya dihubungi oleh Ngakan Ketut Putra terkait seleksi JPT Pratama. Dan memang benar dirinya mengatakan bahwa Gede Widarma Suharta (salah satu ASN yang disebut oleh Komisi I DPRD Gianyar) turut hadir dalam seleksi JPT Pratama.

Namun kehadiran Widarma Suharta tersebut adalah saat pemilihan 2 JPT Pratama yakni Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Kepala Dinas Olah Raga. Bukan pemilihan JPT Pratama Sekda Gianyar.

Dikatakannya, saat itu Widarma Suharta hadir dalam proses seleksi JPT Pratama tersebut karena yang bersangkutan merupakan Sekretaris Pansel. “Jadi saya tegaskan lagi bahwa tidak benar Widarma hadir dalam proses seleksi Sekda, apalagi ikut serta mengecek berkas hasil seleksi. Yang bersangkutan sedang cuti karena ada upacara adat bahkan saya sendiri kundangan (ke undangan, red) ke rumahnya di Buleleng,” terang Artawa.

Baca juga:  Dua Oknum PNS Korupsi Diberhentikan

Artawa juga menjelaskan tudingan terhadap Ni Made Mirnawati, ASN yang juga dituding mencampuri seleksi Sekda Gianyar. Dikatakannya, kehadiran Mirnawati saat seleksi karena dipanggil oleh staf BKPSDM atas perintahnya.

Dia meminta Mirnawati datang untuk meminta contact person KASN, Kemenpan RB, dan Ombudsman. “Tes dilakukan tanggal 8 Januari dan tanggal 9 Januari itu laporan harus sudah diterima KASN, jadi sebelum berangkat membawa laporan itu saya harus koordinasi dulu dengan pihak KASN, itulah sebabnya saya panggil Mirnawati untuk datang,” jelas Artawa.

Mirnawati sebelumnya diketahui menjabat sebagai Kepala Bidang Formasi dan Pengembangan di BKPSDM dan sering melakukan koordinasi dengan KASN, jadi dia punya contact person-nya. “Saya rasa ini hanya kesalahpahaman saja, Ngakan Ketut Putra sendiri mengakui kalau proses seleksi Sekda Gianyar ini sudah berjalan profesional,” tandas Artawa. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.