Petir
Ilustrasi. (BP/dok)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Nasib naas dialami Putu Arlini (33), warga Banjar Dinas Pererenan Bunut Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Saat dibonceng oleh Luh Putu Ayu Apriliani (27), ia mengalami kecelakaan lalulintas (Lakalantas) di Jalan Singaraja – Amlapura Kilometer 22 wilayah Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan Sabtu (6/1).

Korban mengalami luka parah. Sayangnya nyawa Arlini tidak tertolong setelah dirawat di rumah sakit.

Kasubag Humas AKP Nyoman Surtika seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.SIK. membenarkan telah menerima laporan lakalantas tersebut. AKP Suartika mengatakan, lakalantas ini berawal ketika Apriliani bersama Arlini datang dari timur menuju berat. Keduanya mengendarai sepeda motor DK 5573 VW.

Tiba di lokasi kejadian, kendaraanya tiba-tiba berserempetan dengan truk yang melintas dengan kecepatan tinggi dari arah barat menuju timur. Akibat serempetan yang diperkirakan terjadi pukul 16.30 Wita itu, kedua pengendara sepeda motor terjatuh ke kiri hingga membentur aspal jalan.

Baca juga:  Pendataan Pascagempa, 2 Meninggal dan Belasan Luka-luka di Bali

Akibat kejadian ini, Apriliani hanya mengalami luka ringan. Namun naas, rekan yang diboncengnya Arlini meninggal dunia setelah di rawat di rumah sakit karena sejumlah bagian tubuh mengalami patah dan remuk.

Sementara, pengemudi truk nekat melarikan diri hingga tidak diketahui identitas kendaraanya. Terkait penyebab lakalantas, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi yang diduga mengetahui kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Selain itu, polisi hingga sekarang berusaha untuk melacak yang diduga sebagai pemicu lakalantas maut tersebut. “Benar kita menerima laporan kejadian itu lakalantas itu. Kasusnya masih ditangani Unit Lantas Polsek Kubutambahan,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.