Ngamuk
Ni Wayan Sudani saat ditenangkan oleh keluarganya. (BP/nik)
GIANYAR, BALIPOST.com – Ni Wayan Sudani mengamuk di rumah Bendesa Adat Lebah, I Ketut Kanta, di Banjar Lebah, Desa Bukian, Payangan, pada Sabtu sore (2/12). Perempuan itu mengamuk lantaran tidak menemukan bendesa adat, pelaku lantas mengamuk dengan senjata tajam hingga melukai korban Nyoman Setia Pratama (16).

Menurut Kapolsek Payangan AKP Gede Endrawan Minggu (3/12), sebelum kejadian anak bendesa adat, I Made  Redana (22) duduk bersama korban sambil membersihkan tiang bangunan rumah. Lantas datanglah pelaku menanyai korban akan keberadaan ayahnya I Ketut Kanta. “Saat itu dijawab oleh korban bahwa bapaknya tidak ada di rumah,” katanya.

Tidak puas dengan jawaban itu pelaku yang sudah beranak tiga ini kembali menanyakan keberadaan Bendesa Adat Lebah, I Ketut Kanta. Lantas dijawab oleh korban yang masih pelajar itu bahwa ayahnya ada di selatan. Menerima jawaban itu, tiba-tiba saja pelaku mengeluarkan sabit. “Sabit ini lantas dilempar ke arah saksi dan korban, untungnya tidak kena karena sabitnya jatuh di lantai,” bebernya.

Terkejut dengan kejadian itu I Made Redana lantas ke arah barat, sementara korban yang masih duduk di bangku kelas XI itu lari ke arah berlawanan, ke timur. Ni Nyoman Sudani yang masih emosi dengan cepat mengambil sabit itu, kemudian mengejar korban yang lari ke arah timur. “Pelaku mengejar dan melukai lengan kanan korban yang lari ke arah timur,” katanya.

Baca juga:  Cegah Abrasi, Pemasangan Tanggul Oleh Desa Adat Tanjung Benoa Dihentikan

Pelaku yang masih ada hubungan keluarga dengan korban ini kemudian kembali lagi ke rumah Bendesa Adat Lebah. Di rumah itu pelaku mengamuk dengan merusak kaca jendela rumah, beberapa sangkar burung yang terbuat dari beton, almari kayu, TV dan barang lainnya.

Aksi pengerusakan itu dilakukan dengan cangkul dan balok kayu kelapa. Tidak berselang lama, warga setempat mengamankan pelaku dan digiring ke Mapolsek Payangan. Sementara korban Nyoman Setia Pratama yang mengalami luka pada lengan kanan dilarikan ke RSUD Sanjiwani, Gianyar.

AKP Endrawan mengatakan berdasarkan keterangan warga,  beberapa hari belakangan pelaku sempat kerauhan di areal rumah Bendesa Adat Lebah, yang berlokasi di Banjar Lebah, Desa Bukian, Payangan. “Disana kerauhan sampai dua kali, belum tahu apa penyebabnya, nah yang ketiga kalinya dia malah mengamuk, ” katanya.

Sebab itu pelaku Ni Wayan Sudani ini pun digiring ke RSUJ Bangli dan hingga Minggu sore pelaku masih menjalani pemeriksaan dokter. Meski demikian polisi tetap menangani kasus tersebut sebagai tindak pidana, sebab sebelumnya pelaku tidak memiliki catatan sakit jiwa.

“Ini kan baru diduga sakit jiwa makanya diperiksa dulu, kalau hasilnya tidak sakit jiwa ya kasusnya lanjut apalagi sampai korban luka, tapi kalau dokter mengatakan ada gangguan jiwa ya otomatis kasus ini gugur, ” jelasnya. (manik astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.