Nyoman Mardiana (kiri) bersama Made Milantara. (BP/nel)
DENPASAR, BALIPOST.com – Dua petarung asal Gianyar bahkan dari satuan latihan (satlat) yang sama yakni SMAN 1 Sukawati Nyoman Mardiana (67,1-70 kg), dan Made Milantara (49-52 kg) masuk atlet Primada Bali. Mardiana dan Milantara mendulang emas Porprov untuk Gianyar.

Selain itu, Milantara menyabet emas di PON XIX di Jabar 2016, sedangkan Mardiana meraih perunggu. Mardiana baru saja menyabet emas, pada Pomnas, di Makassar, Sulsel, pekan lalu.

Milantara menekuni bela diri tarung derajat, karena dirinya memiliki trauma. Dikisahkan, saat mengendarai motor diserempet konvoi motor jalanan, yang knalpotnya dibedel dan suaranya meraung-raung. “Saat ditegur saya malah dikeroyok 20 orang. Pelipis kanan saya terluka, dan kasusnya dibawa ke Polsek Sukawati, namun akhirnya damai,” kenang Milantara.

Sejak itu, dirinya ingin menekuni bela diri untuk berjaga-jaga utamanya di jalanan, dan dia memutuskan belajar tarung derajat kepada Kang Wayan Sirka Parwata. “Namun, setelah saya menggeluti tarung derajat justru enggan berkelahi, lebih baik mengalah,” ujar petarung yang hanya tamat SD ini.

Baca juga:  Karateka Septriana Juara Kumite Pemula

Milantara memaklumi kondisi keuangan kedua orangtuanya, yang tak mampu membiayai sekolah SMP dan SMA. “Maklum, bapak saya tukang, saya ingin mengikuti program Kejar Paket B dan C,” jelas putra kedua pasangan Ketut Kenak dan Wayan Ramyig ini.

Patarung asal Banjar Kubur, Desa Ketewel ini, mengatakan lebih baik berarung di atas matras secara sportif, dan juaranya berhak mendapatkan hadiah.

Lain lagi pengakuan Mardiana yang merasa dirinya sangat menjiwai dengan filosofi tarung serajat. “Saya mulai belajar tarung derajat sejak 2009 silam,” sebut mahasiswa semester VII FPOK IKIP PGRI Bali ini. (Daniel Fajry/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.