MAGELANG, BALIPOST.com – Tour de Borobodur kembali digelar pada 11-12 November 2017 mendatang. Kegiatan yang memadukan olahraga dan pariwisata ini akan diikuti ribuan penghobi gowes yang menempuh jarak sejauh 200 kilometer sambil menikmati keindahan alam Jawa Tengah.

Mengambil tema “Membelah Keindahan Alam Jawa Tengah”, Tour de Borobudur yang sudah dihelat 16 kali ini membuka tiga kategori, yaitu 200 Kilometer, 100 Kilometer dan kategori VVIP.

Berangkat dari tema itu, maka rute sekaligus jalur yang dilalui para peserta akan berbeda. Mulai Kota Semarang, Kendal, Ungaran Kabupaten Semarang, Ambarawa, Temanggung, dan Kabupaten Magelang. Sejumlah jalur itu, memang dikenal memiliki wisata alam indah berikut flora dan fauna yang khas.

“Tujuan tema kami tersebut adalah eksplorasi keindahan alam Jawa Tengah yang jarang kita temui. Nanti, para peserta boleh membuktikannya,” kata Ketua Panitia Tour De Borobudur, Susanto.

Secara rinci, khusus kategori 200 KM para peserta akan start dari Kantor Gubernuran Jalan Pahlawan Semarang, melewati jalur tengah, yakni melewati Jalur Gunungpati Semarang-Limbangan Kendal-Sumowono, Kabupaten Semarang, Temanggung hingga Magelang.

Khusus kategori 100 KM para peserta akan mengambil start dari Mako Brimob Banyumanik, melewati jalur Semarang-Lingkar Ambarawa-Banyubiru, hingga ke Kabupaten Magelang.Menariknya, Tour de Borobudur juga diikuti antusias peserta asal luar negeri. “Total ada 20 peserta diantaranya berasal dari luar negeri, seperti Jepang, Singapura, Australia, bahkan Jerman,” kata Susanto.

Untuk kategori 200 Km peserta start dari Kantor Gubernuran Jateng di Jalan Pahlawan Semarang kemudian melewati jalur tengah yakni melewati Jalur Gunungpati Semarang – Limbangan Kendal – Sumowono, Kabupaten Semarang – Temanggung hingga berakhir Magelang.

Untuk kategori 200 Km sudah ada 150 peserta yang mendaftar, 20 di antaranya dari mancanegara.Sementara untuk kategori 100 Km para peserta akan mengambil start dari Mako Brimob Banyumanik melewati jalur Semarang- Lingkar Ambarawa – Banyubiru hingga ke Kabupaten Magelang. Untuk kategori kedua yang mendaftar sudah 1.030 peserta.

Susanto juga mengungkapkan bahwa even tersebut, akan memberikan grand prize berupa satu unit rumah, persembahan dari PT Dwiwahana Delta Megah, yang merupakan mitra dari Bank BTN.

“Total hadiah kami berikan sebanyak Rp 200 jutaan, adapun hadiah berupa uang tunai juga akan diberikan di kategori balap. Selain rumah, kami juga memberikan hadiah lainnya, sebagai doorprise, yakni diantaranya sepeda motor,” ungkapnya.

Untuk batas waktu pendaftaran, Susanto menjelaskan, bahwa pada akhir bulan Oktober 2017 ini merupakan batas akhir pendaftaran. “Calon peserta bisa mendaftarkan diri ke Eny dengan nomer telepon ‪08883916990‬ dan ‪024-8457170‬. Syaratnya pun cukup mudah. Tidak hanya bersepeda saja, melainkan acara ini juga kami disini dengan kegiatan bakti sosial, yakni membagikan unit laptop ke sekolah-sekolah yang kami lewati di jalur rute kami,” ungkapnya.

Baca juga:  Promosikan Wisata Alam dan Budaya, Klungkung Gelar Festival Semarapura

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dipastikan akan kembali ikut serta dalam gelaran wisata ini. Pria yang hobi gowes ini akan ikut etape terjauh yaitu 200 Km.Ganjar mengungkapkan, bahwa destinasi wisata di Jateng cukup banyak, tidak hanya Candi Borobudur saja, melainkan ada Sangiran, Kota Lama, dan yang lainnya.

“Tentu saja berbagai destinasi wisata di Jateng ini juga bisa menjadi titik start atau finishing untuk kegiatan serupa. Supaya kegiatan seperti ini terus bisa dilakukan. Selain itu juga, tentunya diharapkan bisa menumbuhkan ekonomi serta pariwisata di Jawa Tengah, apalagi kegiatan seperti ini sudah masuk dalam agenda Pemprov, harus terus dimaksimalkan,” paparnya.

Ganjar berharap, even seperti ini bisa terus meracuni masyarakat luas, agar mau bersepeda. “Karena dengan bersepeda, kita semua menjadi sehat dan fresh lantaran kita melakukan olahraga sembari rekreasi melihat pemandangan sekitar rute yang kita lalui. Selain itu memang berdasarkan kutipan seorang ahli medis, olahraga yang bagus ada dua, yakni renang dan bersepeda, oleh karena itu ayo, masyarakat Jateng semuanya bersepeda,” ucap Ganjar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Untung Sihabudin menambahkan, kegiatan ini bisa terus mendorong pertumbuhan pariwisata di Jateng.

“Selain itu, juga mampu menumbuhkan perekonomian daerah, apalagi kegiatan ini mampir ke salah satu sentra kerajinan gabah juga, tentunya harus didukung karena bersinergi dengan semua aspek,” jelasnya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Tour de Borobudur 2017  yang akan memberikan dampak langsung ekonomi (direct impact)  pada masyarakat, juga menjadi sarana yang efektif untuk mempromosikan potensi pariwisata Jateng, khususnya Candi Borobudur yang ditetapkan sebagai  satu 10 destinasi prioritas atau menjadi “Bali Baru” dalam mendukung target  kunjungan 20 juta wisman dan pergerakan 275 juta  wisnus tahun 2019 mendatang.

“Destinasi wisata Borobudur perlu digencarkan promosinya antara lain melalui even sport  tourism seperti ini sebagai upaya mendongkrak kunjungan wisman ke destinasi ini yang ditargetkan sebanyak 2 juta wisman pada 2019.

Sebagai perbandingan atau benchmarking dengan Angkor Wat Kamboja, meski sama-sama world heritage sites, Angkor Wat sudah dikunjungi 2,5 juta sedangkan detinasi Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko baru 471 ribu wisman dan 5 juta wisnus,” kata Menpar Arief Yahya. (km/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.