ambruk
Atap bangunan SDN 2 Lelateng, Negara ambruk. (BP/kmb)
NEGARA, BALIPOST.com – Atap bangunan dua ruang kelas di SDN 2 Lelateng, Negara, Sabtu (7/10) pagi ambruk. Kondisi bangunan yang sudah lapuk diduga menjadi penyebab ambruknya atap dua ruang kelas di sekolah tersebut.

Ambruknya atap bangunan tersebut sempat membuat para siswa dan guru terkejut.
Material berupa kayu dan genteng tampak masih berserakan di dua ruang kelas tersebut dan menindih meja dan kursi belajar siswa.

Beberapa siswa SDN 2 Lelateng yang ditemui mengaku kaget mendengar suara gemuruh yang sangat keras saat atap dua ruang kelas di sekolah mereka tiba-tiba ambruk.

Salah seorang siswa SDN 2 Lelateng, Dafa Tri Saputra mengaku saat kejadian dia sedang duduk di depan ruangan kelas dan atap tiba-tiba ambruk. Sehingga dia segera lari. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Kepala Sekolah SDN 2 Lelateng I Nengah Adi Mertha mengatakan tiga hari sebelum ambruknya atap dua ruang kelas di sekolah tersebut, pihaknya sudah mengungsikan 21 siswa kelas II dan 22 siswa kelas 1 B ke aula sekolah.

Sebelum roboh, pihak sekolah sejatinya sudah mengusulkan perbaikan dua bangunan di sekolah yang kondisinya sangat memprihatinkan ke Dinas Pendidikan Jembrana, namun hingga atap dua ruang kelas roboh dan belum juga ada realisasi bantuan apapun.

Baca juga:  Hujan Lebat, Atap Rumah di Desa Panji Ambruk

Hingga material bangunan berupa kayu dan genteng masih berserakan di dalam dua ruang kelas tersebut dan menimpa fasilitas belajar mengajar serta bacaan siswa.

Di sekolah ini selain bangunan kelas II dan I yang kondisinya memprihatinkan, juga terdapat satu bangunan dengan beberapa ruangan seperti ruang kepala sekolah dan tiga ruang kelas yang kondisinya sangat memprihatinkan dan rawan roboh.

Data dari Dinas Pendidikan Jembrana terdapat lebih dari 20 SD di Kabupaten Jembrana mengalami kerusakan dengan katagori sedang hingga parah.

Sementara itu Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan yang mendapat informasi kalau atap gedung SDN 2 Lelateng ambruk langsung melakukan pengecekan. Pihaknya melihat secara langsung atap bangunan sudah roboh. Sehingga Kembang meminta agar hal ini dikoordinasikan dengan SKPD terkait dan dirancang anggaran. “Ini gedung perlu struktur penguatan. Jika menggunakan baja ringan jangan pakai genteng tapi pakai seng metal saja,” katanya.
Bangunan sekolah tersebut katanya merupakan bangunan lama dan pernah dilakukan perbaikan ringan. “Saya harap ini segera dianggarkan dan material bangunan dibersihkan takutnya anak-anak nanti bermain di sana kena reruntuhan,” pesannya. (kmb/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.