foto
Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose memberi sambutan saat coffee morning dengan media massa.(BP/rah)
DENPASAR, BALIPOST.com – Penyelidikan kasus penyerangan dan perampasan senpi SS1-V1 anggota Brimob Brigadir I Bagus Suda Suwarna di Hotel Ayana Resort Jimbaran, Kuta Selatan, berjalan tertutup. Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose berjanji akan mempublikasikan tiga foto pelaku. Namun ia minta agar tim yang menyelidikan kasus itu dan ditarget selama sebulan.

“Kita sudah mempelajari motif dan sedang diburu satu per satu. Saya kasi waktu ke tim selama sebulan untuk mendalami. Dan kita akan publikasikan ciri-ciri dari hasil investigasi dan hasil forensik,” ujar Kapolda, Selasa (22/8).

Saat ini tim Direktorat Reskrimum dan Intelkam Polda Bali masih mendalami karena ini dilakukan secara luar biasa dan yang diserang juga pasukan khusus (Brimob). “Beri dulu kesempatan ke Direktur Reskrimum dan timnya, Direktur Intelijen dan Kapolresta. Lewat sebulan, bukan sketsa yang akan kita publikasikan tapi foto secara riil sesuai scientific. Tiga orang diduga pelaku,” tegas Golose, didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Gede Alit Widana.

Sedangkan terkait perburuan napi asing dari LP Kerobokan, Shaun Edward Davidson alias Eddie Lonsdale alias Michael John Bayman Bin Eddi asal Australia dan Tee Kok King Bin Tee Kim Sai asal Malaysia, kata Kapolda terus dilakukan.

Baca juga:  Pohon Kepuh "Kembar" di Pura Goa Lawah Roboh

Menurut Irjen Golose, Tee Kok King informasinya sudah berada di negaranya. Saat ini Polda Bali sudah berkoordinasi dengan instansi terkait di Malaysia. “Ada kendala tersendiri bagi napi yang balik ke Malaysia itu, kita terbentur Undang-undang Ekstradisi. Dalam undang-undang itu diatur tidak boleh mengekstradisi warganya sendiri. Namun, kami sudah berkoordinasi dengan pihak di Malaysia,” kata Kapolda.

Sedangkan Shaun Edward asal Australia masih di Indonesia. Untuk fokus pencarian yaitu di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Dalam pemeriksaan saksi-saksi, lanjut Golose, disampaikan yang bersangkutan ada yang membantu membelikan tiket. Ini juga menjadi pelajaran bagi kita bersama bahwa kedepannya identitas seorang narapidana seperti passport harus dipegang oleh pihak lapas. “Ini akan diubah sistemnya di Lembaga Pemasyarakatan,” ungkapnya.

Masalah lain berhubungan street crime, kalau dilihat di wilayah polres sekarang tingkat kriminalitas hampir di titik zero. “Setelah saya anilisa, ada pengaruh antara premanisme dengan krminalitas di wilayah, kecuali Denpasar karena multidimensi tapi itupun kecil. Polsek di Jakarta misalnya Polsek Taman Sari atau Cileduk, angka crime totalnya masih sejajar dengan Polda Bali,” ucap mantan petinggi BNPT ini.(kerta negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.