Ranperda
Sapi Bali. (BP/dok)
NEGARA, BALIPOST.com – Diantara ratusan truk yang antre akibat penundaan pelayaran Kamis (3/8) malam, terdapat puluhan truk yang mengangkut sapi-sapi Bali. Ribuan sapi yang diangkut dari Pasar Beringkit dan Singaraja ini tertahan di tengah antrean belasan jam.
Sapi yang dikirim di sejumlah kota baik di Pulau Jawa hingga Pulau Sumatera ini terlihat lemas lantaran lama menunggu. Para sopir juga nampak kebingungan mencari pakan rumput dan air, lantaran ternak sapi ini kepanasan. Sementara di kandang Karantina juga sudah penuh truk angkut sapi Bali. “Sudah dari tadi malam. Belum masuk ke Karantina, masih antre banyak,” ujar Yanto (45) sopir truk asal Situbondo, Jawa Timur.

Akibat penutupan ini dipastikan pihaknya selaku pengirim mengalami kerugian. Selain biaya membengkak untuk membeli pakan dan operasional, juga kondisi sapi nantinya dikhawatirkan sakit. “Kalau sakit harganya turun, sekarang banyak menumpuk disini kekurangan pakan,” tambahnya.
Hal senada juga diungkapkan Sanuri, sopir angkut Sapi asal Depok. Sanuri mengaku sudah tiga malam menjalani pemeriksaan di Karantina, dua hari di Karantina Celukan Bawang dan satu malam di Karantina Gilimanuk. Rencananya, 45 ekor sapi yang diangkutnya itu hendak dibawa ke Depok. “Semoga tidak mempengaruhi harga, biasanya lancar langsung jalan tidak rame begini. Mungkin karena pelabuhan ditutup tadi malam,” terangnya.
Dari pengamatan di kandang Karantina Gilimanuk dipenuhi dengan truk mengangkut sapi. Bahkan diantaranya harus menunggu hingga di luar kandang menunggu antrean.
Permintaan sapi menjelang hari raya di Jawa dan Sumatera menurut sejumlah sopir meningkat tajam. Kebetulan, puluhan truk-truk yang mengangkut sapi usai di pasar hewan di Bali terjebak antrean saat hendak menyeberang. Mereka berharap agar antrean segera berakhir, khawatir kondisi sapi-sapi siap potong itu sakit. (surya dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.