Agung Vivo. (BP/ist)
DENPASAR, BALIPOST.com – Menjaga eksistensi dalam berkarya, seorang penyanyi harus tetap kreatif. Hal inilah yang dilakukan oleh Gung Vivo agar tetap eksis dan menghasilkan karya musik di belantika musik Bali.

Gung Vivo yang mengawali karir dengan membentuk sebuah band pada 28 September 2015 lalu, kini menjajal format solo. “Kisah dari band ke solo itu dukungan dari penggemar, karena personil sibuk dengan pekerjaan masing dan takut di bilang sombong pada saat ada job ngamen (manggung), maka itu saya putuskan untuk solo, akan tetapi band masih berjalan bila ada waktu luang,” tandas Gung Vivo, Rabu (2/8).

Sejak memutuskan berkarir dengan format solo 4 bulan yang lalu, pemilik nama lengkap A.A. Gede Dwi Mulia Priyari ini telah mengeluarkan single yang mampu menarik perhatian dan dukungan dari penggemarnya. Single tersebut berjudul “3 Kata.”

Baca juga:  Segerombolan Anak Muda dari Solo Terjaring Operasi Zebra Agung

Diciptakan dan aransemen sendiri, setiap penampilannya, lagu tersebut selalu mendapat sambutan hangat hari penggemar. “Astungkara dengan lagu pertama yang berjudul “3 Kata” perlahan-lahan banyak yang suka dan banyak juga yang mendukung saya untuk terus berkarya,” ujar pria kelahiran Denpasar, 26 Februari 1983 tersebut.

Dengan mengusung genre metatonik dan pop, pria asal Gianyar ini berharap karyanya bisa terus diterima dan disukai oleh masyarakat pecinta musik Bali. “Rencana ke depan saya di belantika musik Bali membuat suatu karya yang berbeda dari genre-genre musik Bali yang lainnya,” pungkasnya. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.