buku
Suasana rapat pembahasan terkait gagasan penyusunan buku pedoman bagi para guru dalam mengajarkan bahasa Bali di tingkat SD. (BP/bit)
TABANAN, BALIPOST.com – Penggunaan Bahasa Bali yang kian terkikis khususnya di kalangan siswa, mendapat atensi jajaran Klinik Pendidikan selaku organisasi yang terbentuk untuk mengatasi permasalahan dunia pendidikan di kabupaten Tabanan. Terobosan yang dilakukan yakni dengan penyusunan buku pedoman bagi para guru dalam mengajarkan bahasa Bali kepada siswa SD kelas IV, V dan VI. Buku pedoman yang menyesuaikan dengan kurikulum 13 tersebut rencananya akan diterbitkan ditahun ajaran 2017/2018.

“Tidak salah berbahasa Indonesia, namun sebagai masyarakat Bali jangan melupakan bahasa Bali sebagai bahasa ibu orang Bali,” ungkap Ketua Dewan Pendidikan Tabanan, Drs. I Wayan Madra Suartana, Selasa (13/6).

Madra Suartana mengatakan, menurunnya minat generasi muda Bali untuk berbahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari salah satunya disebabkan adanya kesulitan para guru dalam mengajar bahasa Bali kepada anak didiknya. Terlebih lagi guru yang mengajar bahasa Bali biasanya dilakukan oleh guru agama Hindu atau guru kelas dan bukan guru yang secara latar belakang pendidikannya bukan berpendidikan bahasa Bali. “Bahkan yang memprihatinkan, tidak jarang guru mengajar bahasa Bali dengan menggunakan bahasa pengantar bahasa Indonesia,”  sebutnya.

Sementara itu Ketua Klinik Pendidikan Tabanan I Wayan Kawi S, mengatakan faktor lain penyebab menurunnya minat generasi muda Bali, termasuk pula generasi muda Tabanan dalam berbahasa Bali karena faktor lingkungan. Termasuk pula lingkungan yang terdekat, yakni keluarga.

Menurutnya, banyak orang tua yang mengantarkan anaknya tumbuh dewasa dengan bukan bahasa Bali. Bagi Kawi, bahasa Bali sendiri memiliki ciri khas yang unik dibandingkan bahasa lainnya. Keunikannya tersebut terutama pada bentuk huruf dan tata bahasa.

Baca juga:  Bahasa Lawak (Bali) Jangan Kasar

Melihat kondisi yang memprihatinkan tersebut Klinik Pendidikan Tabanan beberapa bulan lalu sempat mengadakan tatap muka dengan guru-guru bahasa Bali yang kemudian melahirkan kesepakatan untuk menyusun buku pedoman bagi para guru dalam mengajarkan bahasa Bali kepada siswa SD kelas IV, V dan VI.

“Buku tersebut sudah kami susun dari bulan Maret lalu oleh tim penyusun yang terdiri dari tim pakar dan perwakilan dari guru-guru dimasing-masing kecamatan se-Tabanan yang masing-masingnya diwakili dua orang guru,” jelasnya.

Buku tersebut nantinya akan dibagikan gratis kepada sekolah-sekolah tingkat SD se-Tabanan. Ia berharap buku tersebut kemudian dirawat dan diinventariskan pada perpustakaan dimasing-masing sekolah agar bisa digunakan secara berkelanjutan. Ia juga berharap agar Pemkab Tabanan selalu mensuport anggaran agar buku tersebut bisa dicetak semakin banyak. Mengingat buku ini akan menjadi sangat penting bagi terlestarikannya bahasa Bali.

Ketua tim penyusun buku pedoman bahasa Bali yang dibentuk Klinik Pendidikan Tabanan, I Gede Putu Susila, BA.,S.Ag., mengatakan, buku yang sedang disusunnya ini menjadi sangat penting bagi setiap anak didik dalam memahami bahasa Bali. Terkait dengan penyusunan, kepala sekolah SD Negeri 5 Dauh Peken Tabanan ini mengungkapkan berpedoman dari buku-buku bahasa Bali yang telah ada sebelumnya yang kemudian disempurnakan atau disesuaikan dengan kurikulum 13. “Saya sangat berterimakasih karena ada yang masih memberi perhatian agar bahasa Bali tidak terkikis,” pungkasnya.(puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.