Ratusan krama mengikuti nyegara gunung Pura Lawa Samuantiga. (BP/ist)
GIANYAR, BALIPOST.com – Serangkaian karya Padudusan Alit di dua Pura Lawa Pura Kahyangan Jagat Samuantiga. Ratusan krama mengikuti pelaksanaan upacara Nyegara Gunung dari Pura Telangu dan Pura Batan Jeruk di Desa Bedulu, ke Pantai Masceti Desa Keramas dan Pura Tirta Empul di Desa Tampaksiring, Minggu (4/6).

Rangkaian upacara Nyegara Gunung diikuti ratusan warga 12 banjar adat dari lima desa pakraman penyungsung Pura Kahyangan Jagat Samuantiga. Seperti Desa Pakraman Wanayu Mas, Desa Pakraman Taman, Desa Pakraman Bedulu Serta Desa Pakraman Tengkulak Kaja dan Desa Pakraman Tengkulak Tengah.

Ketua Paruman Pengemong Pura Kahyangan Jagat Samuantiga, Wayan Patera mengungkapkan karya Padudusan Alit di Pura Lawa Pura Kahyangan Jagat Samuantiga, merupakan rangkaian dari Karya Panca Wali Krama yang telah dilaksanakan pada 21 April lalu. ” Sebelumnya upacara serupa juga sudah dilaksanakan di Pura Bukit dan Pura Antrian, yang juga merupakan Pura Lawa Pura Kahyangan Jagat Samuantiga,” ungkapnya.

Baca juga:  Bali Harus Dikelola dengan Konsep "Nyegara Gunung

Menurut Wayan Patera upacara Nyegara Gunung yang duput Ida Penanda Istri Rai Keniten Gerilya Ketewel Sukawati dan Ida Pedanda dari Gerilya Eha Tampaksiring ini, bermakna sebagai ucapan terimakasih kapada Ida Huang widi Wasa, karena rangkaian prosesi upacara ya b dilaksanakan sebelumnya sudah berjalan baik dan lancar. “Upacara Nyegara Gunung ini dilaksanakan, karena di pantai dan gunung sebagai sumber kehidupan sekaligus sumber sarana dan prasarana upacara yang dimanfaatkan dalam upacara Padudusan Alit di kedua Pura Lawa Samuantiga, yakni Pura Telangu dan Pura Batan Jeruk,” jelas Wayan Patera.

Diakui pula selama pelaksanaan karya Padudusan Alit di dua Pura Lawa itu, selain melibatkan krama Pengemong juga dipadati umat dari berbagai daerah, termasuk prajuru desa pakraman. “Hal ini saya kira terkait keberadaan Pura Kahyangan Jagat Samuantiga merupakan tempat suci tercetusnya desa pakraman dan Pura Kahyangan Tiga yang ada di masing-masing desa pakraman di Bali saat ini,” ucapnya. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.