Anjing Kintamani
Anjing Kintamani. (BP/dok)
BANGLI, BALIPOST.com – Anjing Kintamani merupakan salah satu anjing ras Asia yang mulai banyak dipelihara masyarakat. Selain karena postur tubuhnya yang ideal, anjing yang habitat aslinya ada di Desa Sukawana ini juga banyak dipelihara karena memiliki beberapa keunggulan, yakni mudah dilatih dan dipelihara.

Penghobi Anjing Kintamani Nengah Darsana mengatakan, anjing Kintamani merupakan anjing ras yang tergolong paling mudah dipelihara. Dari segi makanan, anjing Kintamani tidak membutuhkan makanan khusus. Anjing Kintamani bisa diberi makanan seperti nasi, ketela ataupun dogfood secara teratur. “Sangat mudah pemeliharaannya. Tidak rewel. Tidak harus diberi makanan khusus. Cukup diberikan makan dan minum yang teratur,” terangnya saat ditemui di sela-sela kontes anjing Kintami di Lapangan Kapten Mudita Bangli belum lama ini.

Hanya, agar kualitas bulunya bisa tetap terjaga, ada jenis makanan yang pantang untuk diberikan salah satunya yakni ikan laut. Dikatakan Darsana, pemberian ikan laut terhadap anjing Kintamani yang terlalu sering dapat menyebabkan bulu anjing bisa cepat rontok. “Sebaiknya kurangi pemberian ikan laut karena bulunya bisa rontok,” ujarnya.

Baca juga:  Anjing Kintamani, Putih Masih Jadi Favorit
Lanjut dikatakan Darsana, Anjing Kintamani, cukup mudah dipelihara karena anjing tersebut dapat menjaga kebersihannya sendiri. Anjing Kintamani biasanya akan buang air pada tempat-tempat tertentu, tidak sembarangan.

Pria yang duduk sebagai Bendahara Himpunan Trah Anjing Kintamani Bali ini mengatakan, dengan pemeliharaan yang baik dan profesional, anjing Kintamani bisa memiliki nilai jual yang tinggi. Bahkan jika seekor anjing Kintamani sering diikutsertakan dalam lomba/kontes dan mampu meraih banyak juara maka harga jualnya bisa berlipat ganda mencapai Rp 10 juta.

Disebutkan Darsana, dalam sebuah lomba/kontes anjing, anjing Kintamani yang biasanya mendapatkan juara adalah anjing yang dari segi anatominya memenuhi standarisasi Anjing Kintamani. Misalnya pada bagian telinga, anjing Kintamani harus memiliki bentuk telinga yang berdiri. Sementara pada bagian gigi, harus rata tidak boleh zigzag.

Demikian juga pada warna bulunya, harus sesuai spesifikasi empat warna. Misalnya jika bulu anjing berwarna putih, maka tidak boleh ada campuran warna lainnya. Yang boleh hanya tercampur kuning sedikit. Demikian juga dengan warna hitam, coklat dan anggrek, tidak boleh ada campuran lainnya.

Selain itu, anjing Kintamani juga dinilai pada bulu leher. Anjing Kintamani yang bagus harus memiliki bulu badong/kumba yang lebat. Selain itu pada bagian kaki, anjing Kintamani juga harus memiliki bulu godeg yang lebat. “Ekornya juga harus melengkung, 45 derajat. Dan bentuknya juga harus seperti kipas. Itu yang biasanya menjadi penilaian dalam lomba/kontes,” terang pria yang juga duduk di komisi I DPRD Bangli ini. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.