kapolda
Penandatanganan fakta integritas terkait penerimaan Polri tahun 2017 di Polda Bali di gelar di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Senin (17/4). (BP/ist)
DENPASAR, BALIPOST.com – Pembacaan dan penandatanganan fakta integritas terkait penerimaan Polri tahun 2017 di Polda Bali di gelar di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Senin (17/4). Dalam kegiatan ini dihadiri Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs I Gede Alit Widana, S.H., M.Si., pejabat utama Polda Bali, panitia penerimaan calon anggota Polri daerah Bali, panitia pengawas eksternal dan internal, para orangtua/wali calon peserta, dan peserta seleksi.

Kapolda Petrus Reinhard Golose mengatakan, pembacaan dan penandatanganan pakta integritas ini merupakan wahana untuk mengikrarkan komitmen bersama dalam melaksanakan proses penerimaan calon anggota Polri. Harapannya bahwa pada setiap tahapan proses penerimaan dapat diminimalisir dan dicegah adanya oknum-oknum, baik dari unsur panitia penerimaan, pengawas eksternal/internal, maupun para orangtua/wali dan peserta penerimaan serta pihak lain yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan hal-hal yang dapat menodai pelaksanaan proses penerimaan.

Ia menegaskan bila terbukti ada panitia yang melakukan kecurangan atau terjadi pelanggaran dalam penerimaan Polri tahun ini, maka akan dikenai sanksi berupa tindak pidana, hukuman disiplin hingga kode etik. “Pelaksanaan tes sangat terkontrol. Kecil kemungkinan terjadinya penyimpangan. Kalau pun ada, saya menyiapkan tim khusus untuk mengawasi pengawas yang bekerja di luar struktur penerimaan anggota Polri dan langsung dibawah Kapolda,” tegas jenderal bintang dua di pundak ini.

Baca juga:  OPL Jaring Wallacea Berhasil Gagalkan Penyelundupan 63 Ton Bahan Bom Ikan

Kapolda Petrus Reinhard Golose menyatakan penerimaan Polri sangat transparan. Jika ada yang mendengar dan mengetahui adanya kecurangan agar segera melaporkan langsung ke Kapolda. Diharapkan, melalui penerimaan ini akan menjadi role model yang sesuai dengan program Kapolri yaitu Polri yang promoter (profesional, modern dan terpercaya).

“Para peserta harus bersaing dengan sehat. Orangtua peserta jangan melakukan macam-macam. Sebab, kalau kedengaran saya pasti tidak akan luluskan,” imbau jenderal lulusan Akpol tahun 1988 ini. (pramana wijaya/ Balipost)

 

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.