JAKARTA, BALIPOST.com – PT Pegadaian meluncurkan produk Kreasi yang menyasar kalangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Produk ini dapat dimanfaatkan pengusaha mikro untuk mendapatkan pinjaman dana dan modal usaha dengan berbagai kemudahan sebagai agunan. “Tahun lalu. kredit yang disalurkan bagi nasabah Kreasi mencapai Rp 1,3 triliun,” kata Direktur Operation, Marketing & Sales PT Pegadaian Dijono di Jakarta, Rabu (5/4).

Berbicara dalam sebuah seminar, Dijono mengatakan, produk Kreasi ini sebagai komitmen Pegadaian mendukung kewirausahaan atau wirausaha pemula dengan limit kredit yang terjangkau serta lama waktu pengembalian yang lebih fleksibel yang ditentukan sendiri oleh nasabah. “Agunannya hanya berupa surat Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan bisa dapat kredit Rp 200 juta dengan bunga 1 persen sebulan,” katanya.

Dijono menegaskan, pinjaman kreasi gadai BPKB syaratnya punya usaha, berkas pengajuan sama seperti mengajukan kredit ke bank seperti KTP, kartu keluarga (KK), rekening listrik, dan surat keterangan usaha dari kelurahan. Ia memastikan, tak semua BPKP kendaraan bisa dijadikan jaminan. “Motor BPKB 5 tahun terakhir, mobil 10 tahun terakhir, tapi nggak semua merk kendaraan, saat ini baru Jepang atau Eropa, pajak kendaraan juga harus aktif, serta BPKB atas nama sendiri atau keluarga yang ada di KK,” ujarnya.

Baca juga:  KUKM Jadi Solusi Atasi Kesenjangan Ekonomi
Setelah syarat administrasi rampung, lanjutnya, tahap selanjutnya adalah survei lokasi usaha. Survei sendiri dilakukan setidaknya sehari setelah pengajuan kredit ke cabang terdekat. “Kita adakan survei, ada analisis baru pencairan. Kita survei tempat usaha, tempat tinggal, dan fisik kendaraan. Kalau sudah memenuhi syarat, 2-3 hari kredit bisa cair,” katanya.

Dalam paparannya. Dijono mengungkapkan, tahun 2014 ada 41.572 orang nasabah kredit Kreasi dengan kredit yang disalurkan mencapai Rp 729 miliar. Dan tahun 2015 nasabah produk ini meningkat menjadi 56.431 orang dengan kredit yang disalurkan sebanyak Rp 1,14 triliun.

Ia menambahkan, kredit agunan BPKB ini bisa jadi alternatif masyarakat yang membutuhkan modal usaha, namun tak bisa mengakses kredit perbankan. “Asal ada BPKB kendaraan, bunganya pun hanya 1% per bulan. Usahanya yang kita prospek sekarang banyak dari nasi uduk, bengkel, tukang bakso, kan kadang susah dapat pinjaman bank kalau tanpa agunan atau penghasilan tetap,” ungkapnya.

Acara seminar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan literasi yang dilakukan di 27 kota, yang sudah terselenggara di 15 kota dengan jumlah peserta lebih kurang mencapai 3.000 peserta. Para peserta terdiri dari berbagai komunitas UMKM dan nasabah Pegadaian.

Tampil sebagai pembicara antara lain Achmad Zaky, Founder dan CEO Bukapalak.com; Haryo Ardito, Founder Digital Marketing Club; Ade Wahyudi, Founder TDA Mart, dan Slamet Ragil, Owner Usaha Kuliner Soto Semarang dengan 100 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. (Nikson/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.